Gas Melon Nyaris Meleduk, Warga Menjadi Panik

oleh -15 views
Ketua Hiswana Migas wilayah Bogor, Asep Junaidi saat di ruangan kerjanya.

BOGOR, Kamis (24/09/2020) suaraindonesia-news.com – Seorang warga Gang Ledeng Rt. 03, Rw 06 Kelurahan Pagelaran, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, Ewin Hartini, seorang warga pengguna elpiji 3 kg, nyaris meleduk dan mencelakai warga setempat. Akibat tabung yang baru dibeli mengeluarkan cairan busa putih memenuhi ruang dapur miliknya.

“Saya kan baru beli gas melon tiga kilo. Saat dipasang regulator di tabung tak keluar gas. Setelah dibuka dan dipasang kembali, malah keluar cair putih berbusa memenuhi dapur hingga nyaris meleduk,” kata Ewin Hartini.

Beruntung saat kejadian, tidak ada percikkan api sehingga tidak terjadi kebakaran. Hanya Ewin sekeluarga panik dan warga sekitar berhamburan keluar dan menyelamatkan barang. Karena khawatir akan terjadi ledakan seperti banyak cerita orang.

“Saya kalap dan panik pak wartawan, dapur memutih penuh buang gas dari tabung. Untung saja tidak ada api yang mengundang kebakaran,” tutur Ewin lagi.

Menurut pengakuan Ewin, awalnya dia akan memasak air, tetapi gas yang baru dibelinya tidak berfungsi dan tidak bisa menyala.

“Karena penasaran saya coba buka regulatornya dan dipasang lagi tiba tiba mengeluarkan kepulan putih menutupi ruang dapur,” katanya.

Dikatakan, cairan putih menyerupai asap, diperparah para tetangga histeris mengundang rasa panik yang amat sangat.

“Saya kaget dan panik, untung ada tetangga yang membawa gas itu keluar rumah. Saya sudah berpikir lain. Kejadian ini bisa mengancam keselamatan keluarga,” ungkap Ewin.

Diakuinya, tabung gas itu didapatnya dari seorang pengecer bernama Ari, warga Kedung Halang Kota Bogor.

“Saya dapat gas melon 3 kg itu dari pengecer bernama Ari. Pengakuan Ari mengambil tabung gas itu dari agen pangkalan LPG 3 kg Riani yang berlokasi di Kedung Halang,” ungkapnya.

Setelah ditelusuri, pengelola pangkalan LPG 3 KG Riani, H. Yusuf, berlokasi di jalan pembangunan Rt 02/09 Kelurahan Kedunghalang Kecamatan Bogor Utara Kota Bogor, dengan nomor registrasi 316718743478xxx.

Dia menolak, bila gas yang didistribusikannya itu adalah gas oplosan.

“Tidak mungkin gas itu saya oplos, gas itu turun dari truk langsung saya distribusikan ke pengecer pengecer lainnya,” katanya.

Ketua Hiswana Migas wilayah Bogor, Asep Junaidi ketika dimintai tanggapannya, juga menolak jika gas melon 3 kg itu dioplos. Rasanya tidak mungkin kalau gas itu dioplos.

“Kalaupun ada airnya, gas itukan sifatnya cair, bisa saja memang itu cairan gas. Kalaupun dikatakan ada air campur cairan putih menyebur, saya yakin itu adalah gas, dan bukan air biasa,” tegas Asep.

“Beruntung saat itu tidak ada percikan api, sehingga ibu itu bisa terselamatkan, kalau ada percikan api mungkin ceritanya akan berbeda,” katanya.

Wakil Hiswana Migas wilayah Bogor Iwan menjelaskan, masyarakat seharusnya memahami, tabung gas itu vitalnya ad pada katupnya.

“Jika katupnya ditekan maka gasnya akan keluar, apalagi gas baru, dorongannya sangat tinggi sehingga menyembur keatas,” tegas Iwan.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *