Pesta demokrasi pemilu presiden 2014 telah dilangsungkan pada tanggal 9 Juli lalu. Meskipun demikian, topik tersebut masih menjadi pembicaraan hangat di berbagai media sosial khususnya Facebook dan Twitter. Ya, pemilu presiden memang menyedot banyak perhatian publik di negara ini. Sejak awal tahun ini hingga hari berlangsungnya pemilu, netizen Indonesia telah mengirimkan sekitar 95 juta tweet seputar pemilu. Angka ini memang tidak mengherankan, mengingat jumlah pengguna aktif Twitter di Indonesia mencapai 20 juta. Namun, kepopuleran pemilu tidak hanya terjadi di Twitter, topik tersebut juga marak diperbincangkan di Facebook.
Selain tim Facebook sendiri, platform analisis media sosial SocialBaker juga menampilkan beberapa data seputar pemilu di jejaring sosial yang didirikan Mark Zuckerberg ini, yang diambil mulai dari tanggal 11 Juni hingga 10 Juli. Berdasarkan data dari SocialBaker, ada sekitar 40,8 juta interaksi seputar pemilu. Dalam hal interaksi, Prabowo unggul tipis dari Jokowi dengan dengan total interaksi 19,4 juta, sedangkan Jokowi memiliki total interaksi 18,5 juta. Rata-rata 88 persen dari semua interaksi tersebut berbentuk ‘like’, sedangkan sisanya dalam bentuk komentar dan ‘share’. Terkait jumlah fans di Facebook, Prabowo lebih unggul dibanding Jokowi. Page resmi Prabowo Subianto menarik sekitar 8 juta fans, angka tersebut dua kali lipat dibanding page resmi Joko Widodo dengan jumlah fans sekitar 4 juta orang.
Bagaimana dengan posting Facebook Prabowo dan Jokowi yang menarik paling banyak interaksi? Anda melihatnya di bawah:
Anda bisa membaca data seputar pemilu di Facebook dari SocialBaker selengkapnya di sini.
Upaya Facebook ikut semarakkan pemilu presiden 2014
Dengan jumlah pengguna aktif sekitar 69 juta di Indonesia, Facebook jeli memanfaatkan peluang selama masa pemilu dengan meluncurkan pelacak pemilu Facebook Suara Indonesia yang bisa digunakan pengguna untuk memantau kepopuleran calon presiden berdasarkan jumlah mention yang di-post dan posisi geografis.
Selain di Indonesia, Facebook sebelumnya juga meluncurkan pelacak pemilu di India bulan Maret lalu.
(Diedit oleh Enricko Lukman)












