Tim Prabowo-Hatta Sayangkan Pernyataan Burhanuddin Muhtadi

JAKARTA - Tim Pemenangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa menilai Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi telah menunjukan sikap takabur. Sebab, dirinya menilai hasil quick count-nya paling benar. "Itu sudah takabur, namanya real count pasti lebih akurat dari pada quick count. Real count disaksikan mulai dari PPK, PPS sampai dengan KPU Pusat kita semua menyaksikan," kata Direktur Relawan Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Harris Bobihoe di rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (11/7/2014). Sebelumnya, Burhanuddin yakin hasil yang didapatnya tidak meleset. Bahkan bila hasil dengan KPU berbeda maka penyelenggara pemilu itu yang salah. Adapun hasil quick count-nya yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai peringkat pertama dengan 52,94 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta sebanyak 47,06 persen dan data masuk 99,5 persen. "Saya percaya KPU yang salah, bukan kami yang salah. Ada proses kecurangan yang terjadi rekaputalsi dari TPS, ke PPS, PPK, Kabupaten, Provinsi hingga tingkat pusat, potensial mebawa kecurangan. Saya lebih percaya teman-teman kalau dibandingkan KPU nantinya," ujar Burhanuddin kemarin. Dengan begitu, Harris Bobi menilai bahwa lembaga survei tersebut sudah melakukan intimidasi yang seakan-akan paling benar dalam melakukan survei. Padahal, lembaga survei pasti ada kesalahan dalam perhitungannya, baik itu kecil atau besar. "Yang paling berwenang menyatakan benar atau tidak adalah KPU dan menetapkan presiden adalah KPU. Ke depan perlu ada penertiban di setiap Pemilu, mereka cenderung berpihak kepada orang yang mereka usung," ujarnya.

Jakarta, Suara Indonesia-News.Com – Tim Pemenangan capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa menilai Direktur Eksekutif Indikator Politik, Burhanuddin Muhtadi telah menunjukan sikap takabur. Sebab, dirinya menilai hasil quick count-nya paling benar.

“Itu sudah takabur, namanya real count pasti lebih akurat dari pada quick count. Real count disaksikan mulai dari PPK, PPS sampai dengan KPU Pusat kita semua menyaksikan,” kata Direktur Relawan Tim Pemenangan Prabowo-Hatta, Harris Bobihoe di rumah Polonia, Cipinang Cempedak, Jakarta Timur (11/7/2014).

Sebelumnya, Burhanuddin yakin hasil yang didapatnya tidak meleset. Bahkan bila hasil dengan KPU berbeda maka penyelenggara pemilu itu yang salah.

Adapun hasil quick count-nya yaitu Joko Widodo-Jusuf Kalla sebagai peringkat pertama dengan 52,94 persen. Sedangkan Prabowo-Hatta sebanyak 47,06 persen dan data masuk 99,5 persen.

“Saya percaya KPU yang salah, bukan kami yang salah. Ada proses kecurangan yang terjadi rekaputalsi dari TPS, ke PPS, PPK, Kabupaten, Provinsi hingga tingkat pusat, potensial mebawa kecurangan. Saya lebih percaya teman-teman kalau dibandingkan KPU nantinya,” ujar Burhanuddin kemarin.

Dengan begitu, Harris Bobi menilai bahwa lembaga survei tersebut sudah melakukan intimidasi yang seakan-akan paling benar dalam melakukan survei. Padahal, lembaga survei pasti ada kesalahan dalam perhitungannya, baik itu kecil atau besar.

“Yang paling berwenang menyatakan benar atau tidak adalah KPU dan menetapkan presiden adalah KPU. Ke depan perlu ada penertiban di setiap Pemilu, mereka cenderung berpihak kepada orang yang mereka usung,” ujarnya.

 

Sumber : TribunNews.Com

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here