Efektivitas Pendidikan di Era Pandemi

oleh -76 views
Foto: Ilustrasi

Penulis: Muhammad pangeran Syarif Siregar

“Pandemi global Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang telah melanda dunia saat ini, secara tidak langsung telah berdampak besar bagi sejumlah tatanan kehidupan masyarakat, mulai dari ekonomi, sosial hingga mempengaruhi kondisi alam.”

YAKUSA.ID – Dalam waktu yang singkat virus ini telah mengubah keadaan dan cara hidup masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia, pandemi Covid-19 telah berlangsung sejak awal tahun 2020, dan hingga saat ini penyebaran virus corona masih terus mewabah. Pemerintah telah berusaha melakukan segala upaya dalam mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19. Beberapa upaya yang telah dilakukan pemerintah antara lain Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) atau New Normal.

Secara sosiologis pandemi Covid-19 telah mengakibatkan perubahan sosial yang tidak direncanakan, suatu perubahan sosial yang terjadi secara sporadis dan tidak diinginkan kehadirannya oleh masyarakat (Soekanto dan Sulistyowati, 2012). Bahkan, pada keadaan tertentu dapat memicu masalah kehidupan dan terjadinya kekacauan. Dampak dari ketidaksiapan masyarakat dalam menghadapi pandemi covid-19 ini telah menyebabkan disorganisasi sosial di segala aspek kehidupan masyarakat. Meskipun demikian, masyarakat pada dasarnya memang bersifat dinamis dan akan selalu mengalami perubahan.

Keadaan masyarakat yang belum siap dengan adanya perubahan secara cepat akibat pandemi Covid-19 dan keadaan serta tatanan baru “New Normal” tentu dapat menggoyahkan nilai dan norma sosial yang telah berkembang dan dianut oleh masyarakat selama ini. Sebagian tata nilai dan norma lama harus ditata ulang atau di reproduksi kembali untuk menghasilkan sistem sosial yang baru. Salah satu tata aturan yang baru tersebut ditandai dengan adanya himbauan dari pemerintah untuk belajar secara daring, bekerja, dan beribadah di rumah sejak awal kemunculan virus covid19 di Indonesia. Begitu juga dengan pola kebiasaan masyarakat yang guyub, senang berkumpul dan berinteraksi secara intim, kini dituntut untuk terbiasa melakukan pembatasan sosial. Kebijakan physical/social distancing telah mengubah ragam bentuk perilaku masyarakat yang kemudian mengharuskan adanya jarak fisik dalam proses interaksi sosialnya. Perilaku dan kebiasaan masyarakat secara konvensional di masa pra-pandemi covid-19 kemudian diatur dan ditransformasikan melalui pola interaksi secara virtual.

Saat ini dampak pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) telah memaksa komunitas masyarakat harus bisa beradaptasi terhadap berbagai bentuk perubahan sosial yang diakibatkannya. Berbagai macam persoalan yang ada telah menghadirkan dorongan transformasi sosial di masyarakat. Bahkan, bukan tidak mungkin kehidupan dan tatanan kemanusiaan akan mengalami pergeseran ke arah dan bentuk yang jauh berbeda dari keadaan sebelum pandemi menyerang. Wajah dunia pasca pandemi Covid-19 bisa saja tidak akan pernah kembali pada situasi seperti awalnya. Dengan demikian, segala bentuk aktivitas dan kegiatan masyarakat yang dilakukan di masa pra-pandemi, kini harus dipaksa untuk disesuaikan dengan standar protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah.

Ekonomi merupakan faktor yang terpenting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan ekonomi erat kaitannya dalam kehidupan sehari-sehari. Manusia untuk memenuhi kebutuhannya seperti makan, minun, pakaian, tempat tinggal dan lain-lain memerlukan suatu ekonomi yang kuat. Negara dituntut untuk megatur kebijakan mengenai perekonomian Indonesia dan dituntut untuk menjamin ekonomi masyarakat Indonesia dikarenakan faktor ekonomi merupak faktor yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Selain ekonomi merupakan faktor terpenting dalam kehidupan manusia, faktor ekonomi tersebut juga merupakan faktor pendukung pembangunan Nasional dikarenakan pertumbuhan ekonomi sebuah Negara yang baik dapat meningkatkan sebuah pembangunan Nasional (Hanoatubun, 2020). Akibat hal tersebut, banyak aspek-aspek lain yang terkena, antara lain pekerja harian lepas, pelaku UMKM, usaha restoran dan usaha lain yang melibatkan orang banyak. Dampak ini secara otomatis akan mempengaruhi penurunan daya belimasyrakat yang mana perputaran uang akan menjadi sangat minim ditengah masyarakat serta pada saat yang sama juga produksi barang akan terbatas dan menyebabkan deficit perdagangan.

Pada tahun 2020 ini, covid-19 menjadi perhatian yang sangat besar bagi bangsa Indonesia. Banyak kerugian yang ditimbulkan dari pandemic ini yang berdampak pada perekonomian Indonesia. Setelah mengalami peningkat kasus yang melesat dengan kurun waktu sangat cepat, pemerintah membuat kebijakan dalam mengatasi pandemic covid-19, degan berlakunya PSBB yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2020. Dengan adanya PSBB tersebut semua kegiatan yang biasa dilakukan terpaksa terhenti. Seluruh kegiatan dibidang indutri maupun perkantoran untuk sementara waktu terpaksa berhenti untuk beroperasi. Bentuk nyata yang dapat dilihat dari dampak covid terhadap ekonomi yang dapat terlihat saat ini adalah kejadian PHK. Banyak karyawan yang dirumahkan dan berbagai perusahaan bahkan terancam bangkrut.

Selain perubahan social ekonomi, dampak pandemi Covid-19 juga merambat ke pendidikan yang menjadi hal terpenting dalam kehidupan kita ini diharapkan untuk selalu berkembang didalamnya,Pendidikan tidak akan ada habisnya,. Pendidikan secara umum mempunyai arti suatu proses kehidupan dalam mengembangkan diri tiap individu untuk dapat hidup dan melangsungkan kehidupan. Sehingga menjadi seorang yang terdidik itu sangat penting.Kita dididik menjadi orang yang berguna baik bagi Negara, Nusa dan Bangsa.

Pembelajaran merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan melalui pembelajaran, guna mencapai esensi kemanusiaan yaitu sebagai khalifah di atas bumi. Pengembangan pembelajaran tidak terlepas dari tanggung jawab seorang pendidik, bagaimana pendidik tersebut melakukan transformasi ilmu yang dimiliki dengan bahan ajar yang telah ada, serta dengan memperhatikan metode-metode pengajaran yang mudah diterima oleh peserta didik sehingga tujuan tercapai sesuai dengan apa yang diharapkan.

Pembelajaran jarak jauh (distance learning) sebagai model dari pendidikan jarak jauh (distance education) bukanlah model pendidikan yang baru. Pada awalnya dimulai dengan kursus tertulis, kemudian berkembang dalam bentuk pendidikan tinggi formal berbentuk Universitas Terbuka (Open University). Diantaranya University of Wisconsin di Amerika menjadi universitas pelopor di dunia pendidikan jarak jauh sejak tahun 1891. Dalam perkembangannya hampir separuh dari sekitar 3.900 lembaga pendidikan tinggi di Amerika Serikat menyelenggarakan sejenis pendidikan jarak jauh. Latar belakang diadakannya pembelajaran jarak jauh adalah bagi orang yang setiap harinya bekerja dengan memiliki waktu kerja yang padat, bertempat tinggal dan bekerja jauh dari lembaga pendidikan akan sangat merasakan berapa banyak opportunity cost yang hilang jika harus mengikuti pembelajaran atau perkuliahan secara konvensional pada lembaga pendidikan tersebut karena menyediakan waktu beberapa jam setiap harinya untuk duduk di kelas, menyesuaikan jadwal belajar, praktikum dan semua kegiatan lainnya dengan jam kerjanya. Untuk itu dilakukan berbagai upaya yang mendukung terwujudnya pembelajaran jarak jauh dengan mutu dan layanan yang lebih baik dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Pada awal terselenggaranya, pembelajaranan jarak jauh oleh masyarakat dianggap sebagai jenis pendidikan alternatif atau pendidikan kelas dua yang kalah gengsinya dari pendidikan konvensional yang mengharuskan kehadiran pembelajar. Seiring dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat pembelajaran jarak jauh diselenggarakan secara online melalui internet.

Pembelajaran jarak jauh secara online mendapat apresiasi yang tinggi masyarakat bahkan ada yang mengangap lebih bergengsi dibandingkan pendidikan konvensional yang cenderung kurang memanfaatkan kemajuan teknologi. Pelaksanaan distance learning membutuhkan komunikasi yang baik antara siswa, orang tua, dan sekolah dikarenakan jarak yang jauh dan tidak memungkinkan antara siswa, orang tua, dengan sekolah bisa bertemu muka secara terus-menerus. Komunikasi antara siswa dengan sekolah dilakukan secara virtual atau dunia maya. Media yang digunakan adalah beberapa media sosial yaitu: Facebook, WhatsApp, dan Skype. Sedangkan antara orang tua dengan sekolah lebih banyak kepada konsultasi, diskusi, maupun sharing mengenai perkembangan belajar anak selama mengikuti distance learning dan kelanjutan pendidikan siswa setelah lulus nanti juga dikonsultasikan kepada sekolah. dan dimonitor secara komponen dengan keterampilkan dan kesiapan sumber daya yang matang.

Dari kebutuahan tersebut maka perguruan tinggi akan memilah proses penyelengaraan kegiatan pendidikan jarak jauh sesuai dengan kebutuahan masing masing wilayah. Hal ini disebabkan kebutuhan di masing-masing wilayah pemerintahan akan berbeda beda. Hal ini menjadi kendala pengembangan proses pendidikan jarak jauah mengingat kesiapan dan persiapan tenaga pendidik dan mekansime yang diterapkan kurang memenuhi standar kompetensi pelaksanaan mengingat masih terstrukturnya pole pendidikan sentralisasi dan kurang mengembangkan pola penerapan teknologi yang mempercepat proses penyelenggaraan pendidikan. Makanisme pendidikan yang belum di standarisasi mengakibatkan kurang nya kesiapa pelaksana pendidikan dan diperlukan pendidikan khusus pelaksana teknik kegiatan pendidikan jarak jauah secara menyeluruh mendetail dan terukur dengan baik.

Dalam pelaksanaan Pendidikan Jarak Jauh, seringkali ditemukan kendala ataupun ketidaksesuaian dengan pembelajaran yang seharusnya, banyak yang mengira tanggung jawab pengajar dalam melaksanakan PJJ jauh lebih ringan ketimbang dengan Pembelajaran tradisional (Semradova & Hubackova, 2016). Saat ini sistem pendidikan menghadapat banyak masalah, dalam masa pandemi COVID-19 pembelajaran di Indonesia dialihkan menjadi Pendidikan jarak jauh, namun kurangnya peralatan, personel, sumber daya, dan keterbatasan teknologi pendidikan, serta keterampilan dan kualitas yang dimiliki pengajar belum. Penggunaan media internet/ e-learning memiliki kendala yang cukup besar, koneksi jaringan dan kesalahan teknis seperti server down and error menghambat keberhasilan pembelajaran.

Sistem pembelajaran jarak jauh ini sangat berpengaruh terhadap prestasi atau keberhasilan pembelajaran siswa. peningkatan keberhasilan pembelajaran masih kecil dan tidak efektif. Selama implementasi pembelajaran jarak jauh ini seringkali ditemukan kendala ataupun ketidaksesuaian dengan pembelajaran yang seharusnya, banyak yang mengira tanggung jawab pengajar dalam melaksanakan PJJ jauh lebih ringan ketimbang dengan Pembelajaran tradisional. Penggunaan media internet/ e-learning memiliki kendala yang cukup besar, koneksi jaringan dan kesalahan teknis seperti server down and error menghambat keberhasilan pembelajaran. Oleh karena itu, diharapkan kreativitas guru dalam memberikan pembelajaran agar menarik minat belajar siswa sehingga berdampak kepada prestasi siswa. Selain itu sangat dibutuhkan bantuan oleh pemerintah untuk memberikan fasilitas yang mendukung pelaksanaan pembelajaran jarak jauh ini. Dengan begitu, pelaksanaan pembelajaran jarak jauh dapat beejalan lancar dan efektif.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *