Dukung Program Ketahanan Pangan, Jurnalis Probolinggo Kolaburasi Dengan Polri Budidaya Ikan di Kolam Bioflok

oleh -275 views
Foto : Wakapolres Probolinggo Kota Kompol Teguh Santoso bersama insan pers (Jispro) taburkan benih ikan di kolam bioflok asrama polisi tangguh.

PROBOLINGGO, Jumat (14/8/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan oleh pemerintah, Wartawan Probolinggo Raya yang tergabung didalam wadah Jurnalis Independen Probolinggo (Jispro), melakukan kegiatan bersama dengan Polres Probolinggo Kota melakukan kegiatan budidaya ikan di kolam terpal sistem bioflok diarea Kampung Tangguh Semeru Asrama Polisi Polres Probolinggo Kota.

Terkait dengan kegiatan tersebut Kapolres Probolinggo Kota melalui Wakapolres Kompol Teguh Santoso mengungkapkan, kegiatan budidaya ikan dengan menebar benih ikan bersama insan pers ini dalam rangka menindak lanjuti perintah pimpinan, yaitu dengan terbentuknya kampung tangguh, agar memanfaatkan lahan-lahan kosong dari satuan untuk dibuat tempat pengolahan ketahanan pangan. Salah satunya adalah untuk budidaya ikan.

“Kegiatan ini juga akan kita arahkan ke seluruh Polsek jajaran untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong untuk budidaya ikan atau pengolahan tanaman,” kata Wakapolres Kompol Teguh Santoso, usai melakukan penebaran benih ikan bersama insan pers, di kolam kampung tangguh asrama polisi, Jumat (14/8/20) sore.

Untuk saat ini, lanjut Wakapolres, benih ikan nila dan benih ikan lele sudah kita taburkan. Bantuan dari rekan-rekan wartawan yang tergabung di Jispro sekitar 3000 ekor benih ikan nila, sedang benih ikan lele dari Polres Probolinggo Kota sekitar 5000 ekor.

“Kedepan diharapkan anggota untuk bisa lebih memanfaatkan lahan-lahan kosong yang ada untuk mendukung ketahanan pangan di asrama tangguh,” terang Kompol Teguh Santoso.

Ia jelaskan, budidaya ikan di asrama tangguh ini dengan kolam terpal sistem bioflok. Dengan ukuran 4×3 meter, tinggi 80 cm. Diatas Kolam nanti ada tanaman hidriponik. Jadi air kolam bisa digunakan untuk menyiram tanaman hidroponik.

Untuk ikan lele 3 bulan sudah bisa dipanen, sedang untuk ikan nila 5 bulan baru bisa dipananen.

Biaya satu kolam bioflok ini untuk satu kali panen ikan nila sebesar Rp450.000,- (Setahun 3 kali panen). Untuk biaya ikan lele sampai panen, untuk satu kolam biaya Rp1500.000,- Sementara ini harga normal bisa menghasilkan Rp2500.0000,- (satu kolam), paparnya.

Ia sebutkan, jumlah kolam ada 4, yang satu kolam untuk pemisah, yang besar dipindahkan untuk kosumsi. Air tiga hari sekali diganti.

“Keuntungan kolam sistem bioflok ini air bisa dijadikan nutrisi tanaman hidroponik,” pungkas Wakapolres Kompol Teguh Santoso.

Sementara Romadona selaku Ketua Jispro mengatakan, adanya pandemi Covid-19 mengakibatkan ekonomi di semua sektor terdampak secara langsung. Termasuk para jurnalis di Probolinggo raya juga terdampak.

Untuk meminimalisir dampak pandemi Covid-19 ini, kami dari Jispro berkolaborasi dengan Polres Probolinggo Kota dalam rangka mendukung langkah pemerintah, yaitu program ketahanan pangan dimasa pandemi Covid-19.

“Salah satu langkah yang sudah kami lakukan yaitu budidaya ikan nila. Saat ini 5000 ekor benih ikan nila sudah kami tebar,” sebutnya.

“Kami harapkan teman-teman jurnalis semuanya, bersama-sama dengan unsur kepolisian bisa bersama-sama merawat benih ikan yang sudah ditebar sampai besar, sehingga bisa menghasilkan nilai ekonomi. Minimal bisa kita konsumsi bersama,” tandas Korlip Probolinggo TV ini.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *