DPR Cukup 2 Periode Saja

Oleh : Dhafir Munawar Sadat Alumni : Pond-Pest Al-Amien Prenduan Sumenep Madura

Oleh : Dhafir Munawar Sadat
Alumni : Pond-Pest Al-Amien Prenduan Sumenep Madura

Menimalisir Praktek Korupsi Dikalangan Dewan Perwkilan Rakyat
(Mencegah Lebih Baik Dari Mengobati)

Dalam rangka memberantas korupsi, praktik korupsi dan lain sebagainya yang berhubungan dengan kongkalikong atau KKN, lembaga KPK sudah sering melaksanakan atau menggelar kegiatan-kegiatan repsentatif seperti pelatihan-pelatihan anti korupsi, penyebaran pamflet, baik cetak maupun elektronik bahkan ada yang namanya miss anti korupsi, penggiat anti korupsi dan banyak sekali upaya dari KPK untuk mencegah yang namanya KORUPSI.

Semua lini dibagian-bagian korps kepegawaian terjangkit wabah penyakit korupsi, sangaja disini kita memakai istilah penyakit karna memang seperti itu kenyataannya dilapangan, menular, menjalar menjadi sampah membusuk dalam tubuh manusia ketika merasakan hasil dari korupsi, kenikmatan sesaat. Bukan Cuma dalam tubuh kita manusia itu saja tapi lingkungan ikut tercemar, tidak sehat, sampai dipotong penyakit nya.

Ditulisan ini sengaja menitikberatkan kepada Dewan, sarangnya disana, public figure, wakil rakyat, suara rakyat suara tuhan, kekuasaan ada ditangan rakyat, seharusnya seperti itu kalau betul-betul bekerja sesuai hati, keterpanggilan sebagai wakil rakyat, untuk menyuarakan aspirasi rakyatnya, apa yang terjadi dimasyakat terutama ketimpangan dalam roda pemerintahan, dikritisi, dicarikan solusi dimusyawarahakan, ditindak lanjuti sempai betul-betul tercapai segala kebutuhan, keinginan rakyat di nomersatukan, bahkan kepentingan umum diatas segala-galanya.

Selama ini yang belum tersentuh UU pencegahan anti Korupsi yo DPR iki, yo mereka seng buat, piye to’, g mungkin la UU itu merugikan mereka, yo ndak lah…. seharusnya mereka itu cukup 2 periode to, lho kok ngono cong, mereka gk mau rugi, mau nya untung terus, sopo seng nggak gellem, maklum habis nyalon yo akeh, milyaran bok, sek rebonding, creambhat, facial dll, itu membutuhkan uang boanyak rek, perawatan…… kalau nggak sopo seng mau milih, iy juga ya.

Fenomena percakapan diatas bukan rahasia lagi, sudah nyata dan terang terangan, maka dari itu, seharusnya para caleg sebelum mencalonkan harus di treaning dulu, sebelum ada caleg ada bacaleg, sebelum ada bacaleg ada seleksi dari masyarakat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, akedemisi, intelektual, cendikiawan, dari praktisi kesehatan, pertanian, kelautan, kehutanan, kebudayaan, pendidikan, keagamaan, ekonom, kesenian, industri, militer BMKG, ahli politik, ketenagakerjaan, perdagangan, pekerjaan umum, olah raga, pemberdayaan perempuan dan anak, ahli SDMineral dan energy, dan ahli pariwisata.

Para Dewan itu seharusnya orang-orang yang ahli seperti yang disebutkan diatas itu, walaupun tidak ahli, setidaknya mengetahui ilmunya, bukan seperti dewn-dewan kita selama ini, istilah maduranya (sarabukan), seng penting ono fulus, ono kemauan yo monggo longgo. Ini yang bahaya, suatu urusan yang dipegang bukan bukan ahlinya, tunggulah kehancurannya.

Apa yang dihasilkan mereka tidak ada, wong rapat tidur, main game, main HP, sungguh cerdas seorang Iwan Fals bikin lagu Wakil Rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal Rayat, tapi sekarang gak turu buat main HP, Terlalu! Itu masih mending ketimbang nitip absen, itu masih mending ketimbang g masuk g ada kabar, tapi itu masih mending ketimbang g pernah masuk sama sekali, datang hanya waktu pelantikan datang hanya waktu sidang voting, datang hanya waktu pembahasan anggaran, payah! Kasihan-kasihan
Dari itulah sebagai bentuk solusi; Dewan Perwakilan Rakyat cukup dua Periode, wong Presiden dua periode, Gubernur 2 Periode, Bupati dua Periode hatta Kepala Desa saja 2 Periode, DPR kenapa tidak?

Kraksaan, 20 Desember 2018

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here