KOTA BOGOR, Kamis (22/01) suaraindonesia-news.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor mengerahkan 20 personel untuk melakukan pembersihan sampah di lokasi aksi unjuk rasa massa sopir dan pemilik angkutan kota (angkot) yang berlangsung di sekitar Gedung Balai Kota Bogor, Kamis (22/01/2026).
Petugas DLH langsung melakukan pembersihan sesaat setelah aksi unjuk rasa berakhir. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan kondisi lingkungan di sekitar lokasi tetap bersih dan tertata.
JF Pengawas Dinas Lingkungan Hidup Kota Bogor, Hendra Gunawan, menyampaikan bahwa pihaknya bergerak cepat begitu aksi massa selesai dilaksanakan.
“Begitu usai aksi, kami langsung bergerak membersihkan lokasi,” ujar Hendra Gunawan.
Ia menjelaskan, DLH Kota Bogor mengerahkan 20 petugas kebersihan yang dibagi ke dalam dua shift, yakni shift pagi dan siang. Selain itu, DLH juga menyiagakan sejumlah kendaraan operasional berupa mobil pikap dan sepeda motor roda tiga untuk mengangkut sampah.
“Sehari sebelum aksi massa sopir dan pemilik angkutan kota, kami sudah mendapatkan pemberitahuan. Sejak pagi hari, personel shift pertama kami turunkan. Setelah aksi selesai, personel shift pertama dan kedua digabung untuk membersihkan serta mengangkut sampah yang tercecer,” jelasnya.
Menurut Hendra, volume massa aksi yang cukup besar menyebabkan sebaran sampah tidak hanya berada di depan Gedung Balai Kota Bogor, tetapi meluas hingga ke area sekitar.
“Massa yang mengikuti aksi cukup banyak, sehingga sampah berceceran hingga ke luar area Balai Kota, termasuk di depan Bank Mandiri dan Hotel Salak,” ungkapnya.
Diketahui, aksi unjuk rasa tersebut dilakukan oleh massa yang tergabung dalam Forum Komunikasi Pemilik dan Pengemudi Angkutan Kota Bogor. Dalam aksinya, mereka menyampaikan tuntutan kepada Pemerintah Kota Bogor agar membatalkan kebijakan penghapusan batas usia kendaraan angkutan kota.
Reporter: Iran G Hasibuan
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri












