Ditinggal Para Pedagang, Dewan Desak Pemerintah Evaluasi Pasar Hewan Terpadu

Kondisi pasar hewan terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep tampak sepi ditinggal pedagang

SUMENEP, Rabu (29/08/2018) suaraindonesia-news.com – Pembangunan pasar hewan terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini terkesan tidak di mamfaatkan. Bahkan, pembangunan pasar seluas 2 hektare melalui dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun anggaran 2014 senilai Rp 2,3 miliar itu justru ditinggal para pedagang hewan.

Anggota komisi II DPRD Sumenep, Jubriyanto menilai keberadaan pasar hewan terpadu tersebut malah terkesan mubazir. Pasalnya, hingga saat ini tidak ada pedagang sapi yang menggelar daganganya di pasar yang dicanangkan menjadi pusat transaksi hewan ternak sapi itu.

“Informasi yang kami terima, pasar hewan terpadu di Pakandangan Sangra itu sudah tidak difungsikan, alias tidak ada pedagang yang menggelar dagangannya di lokasi tersebut. Padahal, dalam pembangunannya diharapkan semua pedagang sapi bisa berjualan di pasar itu, karena tempat tersebut diproyeksi akan menjadi pusat transkasi perdagangan hewan sapi. Namun, kenyataannya malah sebaliknya. Kami sangat menyesalkan pembangunan yang tidak difungsikan itu,” katanya. Rabu (29/08).

Padahal, lanjut Jubriyanto, lokasi pasar sapi itu sudah berada dititik strategis dengan akses pedagang dan pembeli lebih mudah. Ternyata, malah keberadaanya tidak difungsikan.

“Ini jelas ada yang salah dan perlu dilakukan evaluasi secara menyeluruh oleh instansi terkait. Sehingga, bangunan APBD miliaran itu tidak terbuang sia-sia,” terangnya.

Pengendara sepeda motor melintas di depan pasar hewan terpadu di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep

Untuk itu, ia meminta instansi terkait dalam hal ini Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sumenep untuk melakukan kajian dan mencari solusi agar bangunan itu bisa dimanfaatkan serta tidak mangkrak begitu saja.

“Harus ada solusi yang jitu supaya pedagang mau berjualan hewan sapi di pasar terpadu itu. Entah penambahan fasilitas, atau hal-hal lain yang bisa menarik pedagang dan pembeli melakukan transaksi jual beli sapi di pasar sapi Pakandangan Sangra ini. Ini juga akan menjadi pertaruhan pemerintah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Disperindag Syaiful Bahri menjelaskan, pihaknya masih melakukan evaluasi agar pasar induk hewan itu bisa dimanfaatkan oleh pedagang sapi.

“Alasan pegadang tidak menjajakan dagangan sapinya disana, ya itu karena minimnya pembeli. Makanya, kami mencari solusinya agar pembeli bisa datang ke lokasi itu dan melakukan transaksi. Intinya, bangunan itu tidak akan mubazir, kami masih berupaya untuk memanfaatkannya,” singkatnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here