Suara Indonesia-News.Com – Permintaan dialog publik oleh Lembaga Kajian Kebijakan Publik ( LKKP ) hari kamis 17-09-2015 kepada Dinas Pendidikan Kota Batu tentang tidak menerimanya dana sertifikasi ratusan guru di Kota Batu di amini oleh Kadis Pendidikan Kota Batu, Mistin, Mpd.
Menurutnya, pihak dinas pendidikan akan menerima dialog tersebut dengan senang hati. Dinas pendidikan, kata Mistin, sudah menjawab surat yang di layangkan pihak LK2P beberapa waktu lalu,” papar Mistin beberapa menit lalu melalui telephone.
Kata dia, dalam surat itu sudah kami jelaskan detail terkait apa yang dipertanyakan pihak LK2P. Masalah dana sertifikasi, tidak sepersenpun di rekening dinas, karena setelah menerima dari BPKAD, bendahara dinas langsung memindahbukuhkan kepada rekening masing masing penerima dana.
Jika guru tersebut belum menerima dana sertifikasi mungkin ada beberapa kendala, banyak sekali faktor sehingga mereka tidak bisa menerima dana tersebut, seperti jabatan wakil kepala sekolah, ternyata tidak dimaksukkan, ada lagi pengajar Kimia tapi dia lupa cantumkan, kata Mistin mencontohkan.
Masalah entry data, Mistin menjelaskan , bahwa ada perbedaan antara swasta dan negeri, jika swasta data mereka entry sendiri dan dikirimkan oleh masing masing operator di sekolah, dan jika negeri data tetap di entry oleh masing – masing sekolah tapi dimasukkan ke operator di dinas.
Di dinas sendiri, operator entry hanya bisa melihat tanpa bisa merubah satu hurufpun, operator dinas hanya bisa menyampaikan jika ada data yang salah untuk diperbaiki, kelit Mistin.
Dana sertifikasi, kalau guru swasta langsung diterima di rekening masing masing penerima, dan kalau negeri dari BPKAD ke bendahara dinas lalu ke rekening penerima melalui bank jatim.
Harapan kedepan, agar penerima dana sertifikasi melaporkan ke dinas untuk di data jika dananya sudah diterima, jangan kalau sudah menerima diam saja, giliran tidak menerima komplain ke dinas, ucap Mistin kesal.
Terpisah, Direktur LK2P Ir. Heriyanto mengaku sudah menerima surat balasan dari dinas pendidikan, surat tersebut baru sampai di tanganya petang tadi, ungkap Staff Ahli Hubungan Eksternal Polinema ini.
Menurutnya, dialog yang sudah dijadwalkan tersebut tetap akan dilaksanakan sesuai rencana, dan isi surat tersebut merupakan pembohongan publik.
Yang di sebutkan dalam surat tersebut masih kurang, karena masih ada puluhan dan bahkan ratusan guru yang tidak menerima dana sertifikasi tetapi sudah tanda tangan, ” tandasnya.
Pihaknya, akan membeberkan fakta sebenarnya siapa saja guru yang tidak menerima dana sertifikasi tersebut. Mereka, kata Heriyanto, tidak berani komplain karena takut dipindah atau di turunkan jabatannya.
Dengan dialog publik, tambah Heriyanto , pihaknya berharap agar dinas mau transparan dan mampu menjelaskan bahkan memberikan data penerima dana sertifikasi tersebut, kami tidak ingin masalah ini menjadi biang kerok turunnya kwalitas pendidikan di Kota Batu selama ini, pungkasnya. (kurniawan).












