Diinisiasi Komisi IV DPR RI, Polytehnik Pengembangan Pertanian, Pemkot Bogor Beri Motivasi Peserta Bimtek

oleh -23 views
Wakil Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim, anggota DPR RI, Budi Setiawan, Kepala DKPP Kota Bogor, Anas S Rasmana (tengah) saat pelaksanaan Bimtek.

KOTA BOGOR, Selasa (02/03/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dorong dan beri motivasi peserta Bimtek Peningkatan Kapasitas Pertanian dan Penyuluhan Pertanian, Kelompok Wanita Tani (KWT) berprestasi yang digelar di Hotel Salak Bogor Senin dan Selasa (02/03/2021).

Bimtek yang diinisiasi Komisi IV DPR RI, Polytehnik Pengembangan Pertanian menggandeng Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor diikuti 40 KWT, kelompok Tani dewasa dan taruna tani selama dua hari.

Wakil Wali Kota Bogor Dedie A Rachim dalam sambutannya menyampaikan, di Kota Bogor banyak tempat inspirasi yang bagus untuk berpacu memberdayakan diri melalui kegiatan urban farming guna meningkat perekonomian.

Dedie menyebut sekaligus mencontohkan keberhasilan kelompok tani Berkah Mutiara Bogor Raya (MBR) sebagai tempat inspiratif yang dinilai berhasil. Menurut Dedie berkat komitmen yang kuat ditambah tekad untuk berkarya dan menghasilkan uang.

”Saya sudah buktikan sendiri, saya datang tanpa menghubungi terlebih dahul, saya datang ingin memastikan kerja mereka. Ternyata memang mereka bekerja dan bertekad untuk maju,” tutur Dedie.

Menurutnya, KWT berkah MBR, diawali dengan mengelola sampah rumah tangga dengan tiga orang ibu ibu yang mengelola sampahnya, dari 1000 KK dapat 800 kilo sampah organik.

“Mereka menghasilkan uang perminggu sampai dua tiga juta. “Dinas kebersihan hanya mengangkut residunya saja dan tidak bisa lagi diolah,” ungkap Dedie.

Dedie menjelaskan, yang menarik dari mereka, ibu KWT MBR berternak magot dengan memanfaatkan sisa makanan untuk menjadi makanan magot, dan magotnya gemuk gemuk dijadikan pakanan lele. Mereka menghasilkan 1,5 ton lele sebulan.

Tak hanya disitu tambah Dedie, DKPP Kota Bogor membantu ayam Arab, dikasih makanan magot menghasilkan telor 15O butir perminggu termasuk berternak ayam pedaging juga.

Magot juga diberikan pada burung puyuh sebagai makanannya dan mendapatkan 2000 butir perhari, lagi lagi Dedie mengatakan, Ini bentuk komitmen. Dia berharap dari 40 KWT yang tengah mengikuti Bimtek dapat meniru keberhasilan tiga orang ibu KWT MBR dan menularkan ilmunya ditempat lain.

“Kini KWT berkah MBR telah melambung, Lele dikasih bumbu dan dimasukan prozen dalam bentuk kemasan, dan dijual dan masuk dalam penjualan online” ujarnya.

Tenaga Ahli anggota DPR RI Komisi IV, Budi Setiawan, M.Riza Pebryano menyampaikan, Bimtek yang dilakukan pada hari ini adalah program Kementerian Pertanian (Kementan) dengan kuasa anggarannya Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) karena Polbangtan dibawah Kementan, tetapi untuk pelaksanaannya adalah anggota DPR RI.

Menurut Riza, tugas mereka adalah mengumpulkan para peserta Bimtek, untuk mengumpulkan peserta, maka pihaknya berkoordinasi dengan DKPP Kota Bogor.

Riza menambahkan, di setiap daerah program pertanian itu tidak sama, seperti di Cianjur, pada Minggu yang lalu pihaknya melakukan program Bimtek Budi daya lele, karena di Cianjur lebih banyak yang bertani lele.

Sementara di Kota Bogor tambah Riza, topik program Bimteknya adalah Pekarangan Pangan Lestari (P2L).

P2L kata Riza adalah kegiatan yang dilaksanakan oleh kelompok masyarakat yang secara bersama-sama mengusahakan lahan pekarangan sebagai sumber pangan secara berkelanjutan untuk meningkatkan ketersediaan, aksesibilitas, dan pemanfaatan, serta pendapatan.

“Pada tahun 2020, kuota P2L sebanyak 14, 10 kuota diberikan ke Cianjur sisa yang 4 kuota lagi untuk Kota Bogor, tetapi untuk tahun 2021 ini meningkat menjadi 40 kuota, semuanya untuk Kota Bogor,” terang Riza.

Ditempat yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Anas S Rasmana mengatakan, Bimtek yang diinisiasi Komisi empat DPR RI, Polytehnik Pengembangan Pertanian menggandeng DKPP Kota Bogor diikuti 40 KWT, kelompok Tani dewasa dan taruna tani selama dua hari.

“Tujuan dari Bimtek ini, mendorong dan beri motivasi peserta Bimtek untuk peningkatan kapasitas pertanian dan penyuluhan pertanian menjadi KWT yang berprestasi,” kata kata Anas.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *