Diduga Tidak Sesuai Spek, Bantuan Sapi Disoroti Komisi II DPRD Sumenep

Reporter: Jar

Sumenep, Kamis (15/12/2016) suaraindonesia-news.com – Komisi II DPRD Sumenep Menyoroti pemberian Bantuan Hibah berupa sapi dari Dinas Pertenekan Sumenep kepada kelompok tani dan kelompok masarakat diduga tidak sesuai spek.

Pasalnya, banyak sapi cacat serta kurus juga didistribusikan pihak ke III kepada kelompok penerima. Sehingga, banyak kelompok penerima merasa kecewa, dan melaporkan masalah tersebut kepada wakilnya di DPRD.

“Banyak sekali aduan yang masuk ke kami. Karena sapi yang diberikan Dinas Peternakan, tidak sesuai spek dan cacat,” kata Badrul Aini, Anggota Komisi II DPRD Sumenep, Kamis (15/12/2016).

Menurutnya, kekecewaan masyarakat terhadap buruknya bantuan sapi yang diberikan Dinas Peternakan, pertama kali muncul dari poktan penerima asal Kecamatan Saronggi. Sebab, dari lima ekor sapi yang didistribusikan pihak ke III, satu diantaranya cacat, karena salah satu tanduknya patah.

Padahal, jika sapi tersebut dijual kembali ke pasar, harganya pasti sangat murah, dan tidak sesuai ukuran bila dibelikan kembali.

“Ini kan meresahkan pada poktan penerima, karena jika sapi yang cacat itu dijual ke pasar, lakunya pasti murah. Sehingga bila hasil penjualannya dibelikan kembali, hasilnya tidak mencapai ukuran,” sesalnya.

Selain itu, aduan  dari poktan penerima bantuan sapi lainnya, mengeluhkan sapi yang diberikan Dinas Peternakan, kurus. Sehingga bila sapi tersebut dijual, harganya ditaksir hanya Rp 4-5 juta per ekor.

Padahal nilai bantuan hibah sapi itu diasumsikan sekitar Rp 7-8 juta per ekornya, dengan spesifikasi 105 cm.
Sementara Kabid Budidaya dan Pengembangan Ternak Dinas Peternakan  Sumenep Moh Fajar menjelaskan, dugaan tidak sesuainya spesifikasi dari bantuan sapi tersebut merupakan tanggungjawab dari pihak rekanan atau pemenang lelang dari bantuan hibah itu.

“Disini kami hanya bertugas melakukan pengawasan,” terang Fajar.

Namun terkait sapi yang cacat sudah diatasi dengan cara ditukar dengan sapi baru yang dilakukan oleh pihak ketiga. Sementara untuk kondisi hewan ternak pihaknya akan melakukan pengecekan langsung kepada para poktan dan pokmas, bahkan pihaknya juga mengajak legislatif turut serta.

Perlu diketahui, bantuan hibah berupa sapi di Dinas Peternakan Sumenep, bersumber berasal dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2016 dengan anggaran sebesar Rp 1 milyar 450 Juta.

Bantuan tersebut, dibagikan kepada 28 kelompok tani dan kelompok masyarakat di Sumenep, dengan asumsi per kelompok mendapat Rp 50 Juta.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here