Diduga Terima 3 Juta, Polrestabes Medan Lepas Dum Truck Angkut Tanah Dari Lahan HGU PTPN 2

oleh -222 Dilihat
Foto: Pihak keamanan PTPN ll saat memergoki excavator dan Dum Truck sedang beroperasi mengeruk dan mengangkut tanah di lahan HGU PTPN ll, Kamis (17/03/2022) yang lalu. (Foto: HBL/SI)

SUMATERA UTARA, Selasa (22/03/2022) suaraindonesia-news.com – Sedikitnya Enam (6) orang yang diduga sebagai Supir dan Dum Truck yang mengangkut tanah di lahan HGU PTPN ll, Kebun Bandar Khalifah, Kecamatan Percut Sei Tuan, lebih tepatnya di lokasi yang berada di Pasar 12 Sei Rotan, kini sudah menghirup udara segar sejak Jumat (18/03/2022) lalu, sekitar Pukul 18:30 Wib.

Hal ini dikatakan keluarga salah seorang Supir yang ditahan mengaku warga Deli Serdang berinisial HA, bahwa supir Dum Truck sempat menginap di Polrestabes Medan satu malam.

Kepada awak media, HA menyebutkan dari 7 Dump Truck yang diamankan, 6 diantaranya sudah dibebaskan setelah membayar uang jaminan sekitar 3 juta rupiah, sedangkan 1 Dum Truck lagi yang masih berisi tanah masih tetap ditahan karena Bos dari pemilik Dum Truck tidak mau mengurusnya, begitu juga barang bukti excavator yang turut diamankan Polrestabes Medan.

“7 Dum Truck ditangkap, dan yang 6 keluar bayar 3 juta. Satu Dum Truck bermuatan belum keluar karena Bos yang punya truck
tidak mau mengurus,” sebut HA menirukan ucapan salah satu Supir Dum Truck yang ditahan di Polrestabes Medan. Selasa (22/03/2022).

Sebelumnya, bermula ketika pihak keamanan PTPN ll memergoki excavator dan Dum Truck sedang beroperasi mengeruk dan mengangkut tanah di lahan HGU PTPN ll, Kamis (17/03/2022) yang lalu. Melihat kejadian tersebut, pihak yang merasa dirugikan melapor ke Polrestabes Medan.

“Ditangkap siang, malamnya supir nginap di sel. Kan gitu, dengan alasan menunggu Kasat. Esok hari nya supir baru dilepas setelah ada pengurusnya yang datang,” sambungnya.

Para supir yang sempat ditahan di Polrestabes Medan dilepas sekitar sore hari, karena salah satu supir tersebut terlihat di rumah pada malam hari.

“Karena magrib dia baru sampai rumah,” ucap HA yang mengaku sebagai keluarga supir.

Namun sebelumnya, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Valentino Alfa Tatareda saat dikonfirmasi awak media menyebutkan bahwa kasus Galian C ilegal yang dilaporkan pihak PTPN ll masih ditangani pihak Reskrim Polrestabes Medan.

“Ini kasus penyerahan PTPN
sedang ditangani Reskrim,
Terima kasih,” tegas Valentino, Senin (21/03/2022) kepada awak media ini.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol M. Firdaus kepada awak media, Selasa (22/03/2022) menjelaskan bahwa Barang Bukti berupa excavator yang digunakan untuk mengorek tanah milik PTPN ll masih diamankan di gudang barang bukti, namun tidak dijelaskan dimana alamat gudang barang bukti yang dimaksud.

“Diamankan di gudang barang bukti,” ucapnya.

Kompol M. Firdaus juga membantah terkait adanya jaminan Rembang Pati berjumlah 3 juta Rupiah yang diterimanya maupun kepada anggotanya.

“Tidak benar,” ucapnya singkat.

Humas PTPN ll, Rahmat Kurniawan terkait dilepasnya Supir dan Dum Truck yang mengangkut tanah di lahan PTPN ll itu dan disinggung atas pencabutan laporan di Polrestabes yang dibuat oleh pihak keamanan dan manager PTPN ll, Rahmat Kurniawan akan koordinasi ke bagian pengamanan.

“Nanti saya tanya ke bagian pengamanan ya bang,” tutup Rahmat.

Reporter : HBL
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan