Peristiwa

Di Duga Pemerintah Asal Keluarkan Ijin, Warga Diserang Lalat

56
×

Di Duga Pemerintah Asal Keluarkan Ijin, Warga Diserang Lalat

Sebarkan artikel ini

LANGSA-ACEH, Suara Indonesia-News.Com – Hampir berbulan-bulan penderitaan harus digeluti semua warga Gampong Simpang Wie, Kecamatan Langsa Timur, pernyataan tersebut diungkapkan, seorang ibu rumah tangga Nurlina (35). Kepada wartawan (14/10/2015).

Pasalnya pemilik peternakan ayam potong di seputaran batas desa tetangga kami, gampung bukit medang ara dan di tambah lagi dengan sikap pemilik kebun sawit membuang kotoran ayam yang terisi dalam karung pupuk (goni) untuk memperoleh hasil panen dengan memuaskan, namun imbasnya lalat  karena kotoran ayam tersebut, berterbangan kerumah menyerang makanan dan minuman penduduk Simpang Wie.

Menurut warga setempat lainnya, Azhar, mengatakan wabah lalat yang dirasakan di semua rumah warga dari berbulan-bulan, sehingga ribuan lalat ditimbulkan dari kotoran ayam yang di taburkan memupuk tanaman sawit untuk kepentingan usaha mereka, malahan masyarakat menderita karena lalat, pemilik ternak dan kebun sawit memperoleh keuntungan.

“Kami masyarakat sangat berkeinginan, agar pemilik kebun dan ternak yang membuka usahanya disini, coba berpikir secara sehat dan jernis terhadapa keselamatan lingkungan dan tidak menimbulkan lalat,  menganggu rumah masyarakat dikelilingi kandang ayam dan kebun sawit di karena pupuk yang ditaburkan pada batang sawit di penuhi goni berisikan kotoran dari ayam potong,” Cetus Azhar.

Lanjut Nurlina, rumah kami sangat berdekatan dengan kebun sawit , padahal kalau sebelumnya tidak separah yang kami rasakan sekarang ini.

Nurlina menambahkan, merasa kesal atas sikap yang dilakukan pemilik kebun sepertinya mereka  tidak perduli tetang kesehatan keluarga kami, secara terus menerus diserang lalat. Sepertinya mereka mencari keuntungan, walaupun orang lain menderita karena lalat menebar penyakit.

Dalam hal menyikapi wabah kotoran lalat, kami atas nama masyarakat Meminta kepada pemerintah daerah setempat, agar memberikan teguran melalui dinas terkait tentang perizinan pencemaran lingkungan untuk tidak menmganggu masyarakat, sehingga kotoran ayam tersebut menyembabkan ribuan lalat kerumah kami, ” Ujar Nurlina.(Rusdi Hanafiah).