Probolinggo, Suara Indonesia-News.Com – Dalam rangka kebijakan Pencegahan Dan Pemberantasan Penyalahgunaan Dan Peredaran Gelap Narkoba (P4 GN) di Kota Probolinggo, Dewan Pendidikan berkerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Jawa Timur dan Bakesbang Polinmas, Kamis (6/8/15) di Gedung Puri Manggala Bhakti Pemkot Probolinggo melakukan Penyuluhan Bahaya Narkoba Dan Sosialisasi Kurikulum Anti Narkoba-2015 kepada Kepala Sekolah Negeri dan Swasta mulai dari tingkat SD, MI, SMP, SMA, SMK dan MA se Kota Probolinggo.
Hadir dalam acara tersebut adalah Danang Sumiarta Kasi Advokasi BNNP Jawa Timur selaku nara sumber, Walikota Probolinggo Hj. Rukmini, Forum Kordinator Pimpinan Derah (FKPD) setempat, Kepala Sekolah dari SD – SLTA Negeri dan Swasta, serta pengurus OSIS dari masing – masing Sekolah se Kota Probolinggo.
Dalam kesempatan tersebut Ketua Dewan Pendidikan Kota Probolinggo H. Abdul Azis selaku penyelenggara kegiatan mengatakan, untuk mencegah dan memberantas penyalah gunaan peredaran gelap narkotika, maka Dewan Pendidikan siap melakukan kerja sama dengan BNNP.
Abdul Azis lebih lanjut mengatakan, masalah Narkotika ini adalah masalah kita bersama, kalau kita tidak memberantasnya, dan tidak mencegahnya bersama – sama, maka aparatpun tidak bisa mencegahnya. Akan tetapi apabila kita bersama, bersatu menyatukan Visi dan Misi kita untuk memberantas dan mencegahnya, kita pasti bisa.
“Kami Dewan Pendidikan siap di garda terdepan untuk melakukan upaya pencegahan, pemberantasan, melakukan upaya jangan sampai ada penyalah gunaan narkotika di Kota Probolinggo” ujar Abdul Azis.
Sementara Danang Sumiarta, Kasi Advokasi BNNP Jawa Timur mengatakan, Indonesia sekarang ini dikategorikan kondisinya sudah darurat narkoba. Karena narkoba merupakan kejahatan yang luar biasa. Pengguna narkoba di Indonesia sudah melampaui 4 juta jiwa.
“Propinsi Jawa Timur diantara Propinsi lain penyalah gunaan narkoba jumlahnya terbesar. Tahun 2014 Jawa Timur menduduki rangking pertama, di tahun 2015 ini turun menjadi rangking ke dua”.
Lebih lanjut Danang Sumiarta mengatakan, selama ini kita mendengar sosialisasi bahaya penyalah gunaan narkoba hanya dari media masa dan sosialisasi secara umum. Peredaran narkoba terbesar terjadi pada anak – anak dan remaja. Sementara sampai saat ini sosialisasi bahaya narkoba pada anak – anak sekolah hanya pada saat MOS atau kegiatan insidental saja.
Lounching Anti Narkoba menjadi Kurikulum P4GN (Pencegahan dan Pemberantasan Penyalah Gunaan dan Peredaran Gelap Narkoba), populernya kuri kulum anti narkoba pada seluruh mata pelajaran pada 2-Mei-2015 bersamaan dengan Hardiknas.
Pertama kali di Propinsi Jawa Timur yang menerapkan Kuri Kulum P4GN adalah Kota Surabaya. Dengan adanya sosialisasi di Kota Probolinggo ini menjadikan Kota Probolinggo merupakan Kota yang pertama setelah Surabaya yang menerapkan Kuri Kulum P4GN diseluruh mata pelajaran di Sekolah mulai dari SD – SLTA dan Guru – Gurunya nanti menjadi Guru Integritas P4GN.
Dalam penyampaiannya, Danang Sumiarta mengatakan, Lounching secara Nasional Kuri Kulum P4GN (anti narkoba) pertama kali oleh Kepala BNN Pusat Irjen Pol Anang Iskandar bersama Walikota Surabaya Risma pada 9-Juni-2015. Kami berharap momen ini tidak tanggung – tanggung, karena menerapkannya tidak terlalu sulit.
“Ini adalah salah satu cara untuk menyelamatkan bangsa kita dari bahaya narkoba”, pungkasnya.
Sedang Walikota Probolinggo, Hj. Rukmini mengatakan, salah satu hal yang sejak dulu menjadi permasalahan pada masyarakat adalah penyalah gunaan narkotika dan obat – obatan terlarang terutama dikalangan generasi muda. “Penyalah gunaan narkotika ini diakui banyak kalangan dan menjadi ancaman yang berbahaya bagi bangsa Indonesia”.
Walikota juga mengatakan, saat ini penyalah gunaan narkotika sudah sangat meraja lela. Hal ini terlihat dengan semakin banyaknya pengguna narkoba dari semua kalangan dan peredarannya yang terus meningkat. Dan yang paling memprihatinkan saat ini yang lebih banyak penyalah gunaan narkoba justru dari kalangan anak pelajar yang merupakan generasi penerus bangsa.
Melihat kenyataan ini menuntut semua elemen masyarakat, Pemerintah dan Penegak Hukum melakukan “Gerakan Perangi Narkoba secara serius dan terus menerus baik dengan tindakan preventif maupun represif”, sehingga pencegahan dan penanggulangan narkoba dapat berjalan efektif, kata Walikota.
Dengan terselenggaranya Penyuluhan Bahaya Narkoba dan Sosialisasi Kuri Kulum Anti Narkoba-2015 kesemua mata pelajaran sekolah mulai dari SD – SLTA yang diawali oleh Dewan Pendidikan ini, Walikota Probolinggo Hj. Rukmini sangat berterima kasih dan mengucapkan “selamat semoga bisa menyelamatkan bangsa kita khususnya generasi muda dari bahaya penyalah gunaan narkoba”, pungkasnya. (ADV/ Singgih).












