Pemerintah Dinilai Tak Perhatikan Di Daerah Perbatasan Banyak Anak Tidak Mendapatkan Pendidikan

oleh -23 views
Ayu Siti aisiyah

KOTA BATU, Suara Indonesia-News.Com – Ayu Siti Aisiyah  yang menjadi delegasi Kalimantan Barat, pada Kongres Anak Nasional ke 13 Di kota Batu, Kamis (6/7)   mengadu kepada Menteri Pemberdayaan Perempuan   Yohana Yambesi dan ketua Komisi Nasional Perlindungan Nasional  (Komnas PA)  Arist Merdeka Sirait  perihal  kondisi daerahnya.

 Gadis kelas XII  salah satu SMA Negeri di  Kabupaten Sangau  ini dengan terbata-bata  meyampaikan uneg-unegnya  perihal kondisi daerahnya,  Ia menyebut  anak-anak khususnya yang ada di perbatasan Indonesia dengan  Malaysia hingga sekarang pengakuan hak-haknya sangat rendah  dan tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah khususnya dalam bidang pendidikan.

Dihadapan Arist dan  Yohana, serta ketua Tim Penggerak PKK Kota Batu Dewanti Rumpoko, Gadis berjilbab  ini menyebut anak-anak dikawasan perbatasan  tidak ada jaminan hak anak seperti yang dimiliki oleh anak-anak di Indonesia pada umumnya. Di sana banyak dijumpai anak-anak putus sekolah, bahkan tidak sedikit anak-anak yang beralih statusnya menjadi kewarganegaraan Malaysia

“Disana, anak-anak yang menginginkan untuk bisa berbahasa Indonesia, mengibarkan bendera Merah Putih dan lagu kebangsaan Indonesia Raya  bisa dikatakan tidak ada, mereka lebih memilih  menggunakan budaya Malaysia” kata Ayu

Lanjut dia, karena pemerintah tak memperhatikan  anak-anak yang berada di daerah perbatasan, anak sekolah yang melanjutkan ke tingkat SMA  boleh dibilang bisa dihitung jari, karena anak-anak yang akan bersekolah jarak dari tempat tinggalnya  sangat jauh, satu desa dengan yang lainnya belum tentu ditemui Sekolah dasar, infra struktur didaerah tersebut sangat minim.

Karena tak ada perhatian ,  mereka  dalam melakukan   aktifitasnya  hampir semuanya budaya dan kebutuhan hidup berbau Malaysia. Bahkan untuk transaksi jual beli mereka  menggunakan mata uang rupiahpun seolah tidak berlaku dan yang berlaku mata uang Ringgit Malaysia.
“Sungguh Pak , nasib anak-anak di perbatasan kawasan  Etikong di Kalbar sangat memprihatinkan, banyak anak yang putus sekolah.  Kami minta tolong pak, agar pemerintah  bisa memperhatikan anak-anak disana” kata Ayu  dihadapan Arist dan Yohana

Ia menyampaikan uneg-uneg itu, lantaran keluhan yang disampaikan kepada pemerintah setempat tidak digubris atau diperhatikan. Dengan kongres anak ini harapannya bisa memberikan solusi,  agar hak anak  di daerah  perbatasan memperoleh hak yang sama seperti anak-anak Indonesia lainnya

Mendengar keluhan itu,  Arist  mengatakan bahwa problem di Kalbar  akan segera ditindak lanjuti untuk dilakukan berbaikan, Ia juga mendesak pemerintah  untuk  berusaha memberikan yang terbaik bagi anak-anak. Dan melalui Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat akan menjalankan program-program perbaikan.  (A. Wiyono).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *