Desa Lambat Dalam Berinovasi

oleh -83 views
Oleh : Satori, Alumni Fisip Universitas Negeri Jember.

Oleh : Satori
Alumni Fisip Universitas Negeri Jember.

LUMAJANG, Sabtu (29/2/2020) suaraindonesia-news.com – Seiring perkembangan zaman, dunia digital makin berkembang pesat, terutama untuk manusia sebagai makhluk sosial.

Manusia telah banyak berubah, terutama mengikuti perkembangan zaman dan perkembangan teknologi. Manusia sudah berubah dalam bersosialisasi dan berkomunikasi.

Ketergantungan manusia dengan teknologi sudah tidak dapat dihindarkan lagi, oleh sebab itu, kita selalu mengikuti dan berusaha menggunakan teknologi terbaru. Salah satu teknologi yang membuat manusia berubah adalah dengan munculnya media sosial untuk menggantikan cara lama dalam bersosialisasi dan komunikasi.

Selain media sosial, kehadiran market place belakangan ini, menggantikan transaksi jual beli konvensional. Lahirnya aplikasi percakapan yang dilengkapi dengan fitur panggilan telepon dan panggilan video membuat telepon kabel maupun seluler tidak lagi diperlukan.

Dari hal itu semua, yang paling menarik adalah semua dapat diakses dalam genggaman. Tidak perlu pergi ke suatu lokasi, semua tersedia dimana saja, kapan saja, semua hadir dalam genggaman.

Banyak hal yang telah berubah dikarenakan kemajuan teknologi yang semakin cepat. Tetapi desa masih mengalami keterlambatan dalam berinovasi. Terutama masalah pelayanan publik, tidak banyak berubah masih konvensional dan masih mendewakan kertas yang selalu dibawa kemana-mana.

Kemudahan akses melalui internet adalah hal yang sangat penting bagi kehidupan manusia sekarang, terutama kemudahan akses dalam genggaman. Semua menginginkan apapun itu dapat dengan mudah diakses dalam sebatang ponsel.

Keinginan ini juga berimbas pada layanan publik, dimana masyarakat menginginkan pelayanan publik yang dapat diakses cepat dan tidak berbelit-belit dimana pun dan kapanpun. Sehingga, pelayanan publik berbasis elektronik adalah sebuah keharusan di era sekarang.

Desa perlu tahu akan perkembangan teknologi agar bisa segera mengembangkan e-Government di desanya.

Keterlambatan desa dalam berinovasi menandakan desa gagal dalam berinovasi mengikuti perkembangan zaman. Tetapi bukan berarti menyalahkan desa dalam segala hal.

Itu bisa terjadi ketika desa punya komitmen untuk membangun desa digital dan masyarakat yang pasti akan memanfaatkan fasilitas yang diberikan oleh pihak desa.

Menurut saya berinovasi adalah cara bertahan hidup dengan menyesuaikan lingkungan.

Desa harus berusaha mengikuti perkembangan teknologi agar bertahan dan terus mengikuti perkembangan zaman, dan selayaknya masyarakat juga harus dilibatkan atau melibatkan diri untuk membantu desa dalam melakukan perubahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *