Baru Dibangun, Jalan Lingkar Utara Sudah Rusak dan Menjadi Sorotan Masyarakat

oleh
Jalan Lingkar Utara Sumenep yang baru dibangun, rusak dan dilakukan pengerukan.

SUMENEP, Sabtu (29/2/2020) suaraindonesia-news.com – Kondisi mega proyek pembangunan jalan lingkar Utara di Desa Kebunan, Kecamatan Kota, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur. Dipantau Sudah mulai retak nyaris rusak parah, bahkan bisa disebut gagal konstruksi.

Perlu diketahui, pekerjaan proyek pembangunan jalan lingkar utara pada anggaran APBD 2019 mencapai 15 Miliar Rupiah, disini dimungkinkan ada dugaan bahwa pekerjaan tersebut bisa dikatakan asal-asalan. Maka adanya hal itu, menjadi sorotan semua masyarakat dikarenakan diduga tidak sesuai speak.

Abdurrahim, Koordinator Aktivis Jatim Corruption Watch (JCW) menjelaskan, pekerjaan konstruksi peningkatan jalan di lingkar utara itu tidak sesuai dengan speak. Karena melihat keadaannya waktu di keruk untuk bahan yang digunakan tidak dimungkinkan kualitasnya.

“Saya turun langsung mengecek pada waktu melakukan pengerukan. Dalam hal itu saya lihat, batu yang digunakan untuk batu cor itu bukan batu kali bukan batu limstong dan pemadatannya kurang. Sehingga pekerjaan konstruksi itu bisa ambruk atau retak,” kata aktivis JCW itu pada media ini, Jumat (28/2).

Aktivis yang sering dipanggil Rahim ini memaparkan, terjadinya keretakan pada jalan lingkar utara yang baru dibangun itu, disebabkan beberapa komponen pekerjaan konstruksi yang kurang maksimal atau cuman asal-asalan.

“Keretakan yang terjadi pada jalan itu, karena lapisan sebelum diaspal kurang padat dan menggunakan batu yang memiliki tekstur kapur dan gampang hancur,” jelasnya.

Adanya perbaikan pada kondisi jalan lingkar utara yang sedang retak, sekarang dilakukan pengerukan menggunakan alat berat sehingga berdampak pada kondisi jalan yang lainnya yang tidak rusak.

“Yang dilakukan perbaikan kembali, dengan mengeruk kondisi jalan rusak panjang kurang lebih 40 meter dan lebar 8 meter hal itu menurut saya sia-sia, setelah perbaikan selesai pasti muncul keretakan yang lain karena penyebabnya adalah kurang padat lapisan pondasi bawah, apabila dilakukan pengerukan seperti ini lagi akan menghabiskan berapa lagi dari anggaran APBD?. Mangkanya dari awal pengamparan material harus batu kali,” paparnya.

Dalam masalah pengerukan dan pekerjaan kembali itu masa pemeliharaan, dari itu kata dia, kuat dugaan adanya kemungkinan kongkalikong yang bermain dibalik layar.

“Terjadi kerusakan pada pekerjaan proyek jalan itu, disebabkan tidak memenuhi ketentuan keteknikan yang telah ditetapkan dan mengakibatkan kegagalan konstruksi atau kegagalan bangunan. Hal itu perlu dipertanyakan ada apa dibalik proyek pembangunan itu?, yang sampai menghabiskan anggara APBD 2019 15 M. Apa mungkin dalam proyek pembangunan jalan lingkar utara itu dari awal ada maksud dan tujuan,” ungkapnya.

Sampai berita ini diterbitkan, sebagai penanggung jawab dan leading sektor pembangunan jalan lingkar utara masih belum memberikan tanggapan, pihak PU Bina Marga Sumenep, salah satunya, Hariyanto Efendi Kepala Bidang Pembangunan Dinas PU Bina Marga. Dalam hal itu, tidak bisa dihubungi walau terdengar nada aktif, selang berapa menit saat dihubungi tidak diangkat meski nada sambungnya masih terdengar aktif.

Reporter : Dayat
Editor : Amin
Publisher : Oca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *