SAMPANG, Rabu (20/12/2023) suaraindonesia-news.com – Kalau sebuah Kabupaten memiliki Alun alun itu sudah biasa. Tapi, jika Desa memiliki Alun alun, ini baru luar biasa. Seperti di Desa Banyumas, Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, saat ini membangun Alun alun desa yang diberi nama Alun alun Aeng Emas.
Keterangan dari Pj Kades Banyumas Imam Syafi’i melalui Ketua BPD Banyumas Rolis Sanjaya menjelaskan, Alun alun Aeng Emas terletak di Dusun Tarogan tepatnya dipinggir jalan raya Desa Banyumas Sampang, dan berada dilahan seluas 2 haktar.
Ditengah Alun alun ada patung sapi yang berdiri kokoh. Sebagai simbul bahwa masyarakat Desa Banyumas banyak yang berternak sapi dan penghasil sapi Madura, dan setiap hari raya Idul Adha dikirim keluar Madura, untuk sapi kurban.
Juga, ada patung sapi bajak sawah lengkap dengan orangnya yang lagi membajak. Ada kolam renang khusus anak anak dan area pacuan berkuda serta memanah.Tidak hanya itu, juga ada patung Garuda Pancasila yang berdiri kokoh.
“Untuk keindahan dan kerindangan Alun alun Aeng Emas, ditanam 6 pohon kurma sebagai simbul Rukun Iman yang menandakan masyarakat Desa Banyumas beriman. Selain itu, juga ditanam pohon Polai, Ketapang, dan Mahoni. Sehingga, area Alun alun Aeng Emas, rindang dan sejuk,” paparnya.
Dikatakan, saat ini patung sapi dan tempat berdirinya patung sapi di tengah Alun alun Aeng Emas, sudah digarap. Ditarget sebelum malam tahun baru 2024, patung sapi sudah terpasang dan diresmikan oleh Bupati Sampang. Walaupun secara keseluruhan area Alun alun Aeng Emas belum selesai 100 persen.
Baca Juga: Perangkat Balai Desa Banyumas Bekerja dari Pagi Hingga Malam Hari
“Ini kado terindah untuk Bupati Sampang H Slamet Junaidi, yang pada akhir Desember 2023, sudah purna tugas. Karena, atas dorongan dan semangatnya Desa Banyumas Kecamatan Sampang, Kabupaten Sampang, saat ini berkembang dan maju sesuai harapannya,” ungkapnya.
Ditanya terkait anggaran membangun Alun alun Aeng Emas, Rolis Sanjaya dengan tersenyum mengatakan, saya hanya meminjam kata kata Bung Karno Presiden RI pertama, ia mengatakan, tidak bisa kita mengandalkan keuangan Negara, untuk pembangunan. Kita harus rela berkorban dan menjual barang kesayangan untuk suksesnya pembangunan.
“Itu dikatakan Bung Karno saat membangun patung Dirgantara Pancoran di Jakarta. Ia rela menjual mobil kesayangannya untuk suksesnya pembangunan. Untuk itu, saya bangga dan puas karena saat ini Desa Banyumas berkembang dan maju. Sebab, pembangunan Alun alun Aeng Emas, untuk menghidupkan perekonomian masyarakat kecil. Mereka bisa berjualan ditempat yang sudah disediakan,” pungkasnya.
Reporter: Nora
Editor: Amin
Publisher: Eka Putri













Respon (1)
Komentar ditutup.