DD Tak Cair, Desa Belum Setor R-APBDes

Reporter : Nora/Luluk

Sampang, Suaraindonesia-news.com – Meski sudah memasuki triwulan kedua Tahun 2016, nampaknya dana desa (DD) di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, belum terealiasi.

Padahal DD tersebut sudah masuk ke Kas Daerah (Kasda). Namun, sejauh ini Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bapemas) setempat, enggan mencairkan DD itu dengan alasan karena sejumlah desa masih belum menyetorkan Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Desa (R-APBDes).

Kepala Bappemas Sampang Mohammad Amiruddin menyampaikan, jika DD sudah masuk ke Kasda. Namun, pihaknya masih belum berani memproses pencairan DD. Sebab, dari 180 desa desa yang ada sebagian besar belum menyetor R-APBDes.

” Masih banyak desa yang belum merampungkan R-APBDes, jadi sementara waktu DD masih tetap utuh di Kasda,” terangnya, Rabu (18/5/2016).

Dijelaskan Amir, meski banyak desakan dari sejumlah kalangan untuk mencairkan DD, pihaknya tidak ingin terpengaruh dengan desakan tersebut. Karena salah satu syarat administrasi yang harus dipenuhi oleh desa adalah melengkapi semua dokumen administrasi yang berhubungan dengan DD itu.

“Struktur perangkat desa, APBDes, RPJM-Des, persyaratan ini perlu disetor oleh desa,” imbuhnya.

Sementara, Anggota Komisi I DPRD Sampang Syamsuddin menegaskan, agar Bapemas tidak hanya fokus pada kelengkapan administrasi dari masing-masing desa saja.

Namun, ia meminta agar Bapemas juga bisa turun langsung ke desa untuk menyesuaikan kebutuhan dari masing-masing desa.

“Kami ingin DD ini betul-betul bermanfaat untuk pembangunan desa, jadi kami meminta agar Bapemas lebih selektif lagi untuk menyetujui sejumlah program yang diajukan oleh desa, kami tidak ingin nantinya program yang diajukan sama persis dengan tahun sebelumnya,” tegasnya.

Selain itu, tambah Gus Syam sapaan akrabnya, lokasi proyek pengerjaan juga menjadi acuan dalam menyetejui proses pencairan DD. Ia tidak ingin nantinya lokasi pengerjaan proyek pembangunan hanya satu lokasi saja.

“Selain rawan tumpang tindih, bisa jadi program yang diajukan desa sudah pernah diajukan tahun sebelumnya, intinya kami ingin proyek pembangunan yang bersumber dari DD ini tidak hanya bersifat tambal sulam, atau hanya memoles dari pengerjaan proyek tahun sebelumnya,” pungkasnya.


Warning: A non-numeric value encountered in /home/suaraindonesia/public_html/wp-content/themes/Newspaper/includes/wp_booster/td_block.php on line 1008

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here