Dari Ormas BBRP, Harry Ara Maju Sebagai Caleg DPRD Kota Bogor

oleh -508 views
Harry Ara, Caleg DPRD Kota Bogor Dapil Tanah Sareal

BOGOR, Selasa (12/03/2019) suaraindonesia-news.com – Dari ratusan calon legislatif Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bogor periode 2019-2024, ada salah satu yang menarik perhatian, yaitu Harry Ara.

Pria berusia 34 tahun yang akrab dipanggil Kang Ara ini adalah generasi milenial yang menyeruak di tengah daftar nama politisi senior, yang rata-rata sudah berumur lebih dari 45 tahun.

Aktivis Bogor ini, sejak 10 tahun lalu menjadi ketua Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) dan melanjutkan pengabdiannya di Barisan Benteng Raya Pajajaran (BBRP).

Ketua umum BBRP Atma Wirya saat dihubungi suaraindonesia-news.com melalui WhatsApp messenger menyampaikan bahwa untuk saat ini, Haary Ara adalah pengacara BBRP.

“Dengan adanya Harry Ara sebagai pengacara BBRP kata Atma, semoga dapat membantu anggota BBRP yang terlibat masalah hukum dan juga membantu masarakat peka dan bisa paham hukum seperti masalah pertanahan, dll,” tuturnya.

Selain itu kata Atma, dengan keberadaan Harry Ara, BBRP juga siap bantu masyarakat yang membutuhkannya, dan kemungkinan kedepannya akan dibuat Lembaga Bantuan Hukum (LBH) yang menunjukan jati diri BBRP peduli masyarakat, khususnya masyarakat kecil.

Sementara Harry Ara sendiri mengaku memahami apa yang harus dilakukan dalam persiapan menghadapi kontestasi tahun ini. Namun, lebih dari itu kata Kang Ara, dia sudah menerapkan strategi baru dan kerja-kerja sosial yang sudah dirintis lebih dari 10 tahun yang lalu. Di daerah pemilihannya, yaitu Tanah Sareal, Usaha Kecil Menengah (UKM) dan sektor perdagangan cukup dominan. Karena itulah, dia akan terjun langsung dalam mendekati UKM dan pendampingan pengembangan berbasis masyarakat dan organisasi.

Kang Ara mengaku yakin jika strategi yang ia pakai sudah tepat, meski hasilnya tidak dapat dipastikan karena politik bukan matematika.

“Tidak ada ilmu pastinya, untuk kita yang terjun di politik ini, bahwa satu tambah satu akan sama dengan dua. Jadi, misalnya kita berteori, karena sering turun ke konstituen, kita rajin mendatangi mereka, maka kita akan lolos. Itu tidak ada teorinya,” kata Ara.

Menurutnya, sikap yang pertama ia lakukan adalah nothing to lose. Cuma, harapannya, ketika dirinya ada dan menjadi bagian langsung dari masyarakat yang bersuara, dirinya berharap akan terjadi perubahan yang lebih baik.

“Dan ini murni, kami bergerak sendiri, dengan dana Swadaya dan terus bergerak. Dengan modal sosial yang saya miliki, saya yakin bisa untuk ikut bertarung dalam kompetisi ini dan bisa memenangkan pertarungan,” ungkapnya.

Dirinya menjamin tidak ada dana pengusaha yang akan dibarter dengan proyek. “Jadi ke depan saya akan bebas mengkritisi semua kebijakan di Kota Bogor,” pungkas Kang Ara yang juga mantan anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Program Prioritas (TP-4) ini.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan