Reporter: Sudirman
BALI, Jumat (26/5/2017) suaraindonesia-news.com – Dalam rangka hari ulang tahun (HUT) ke 60 Kodam IX Udayana Bali, mengadakan apel soliditas kebangsaan dan kirab pancasila, dilapangan Niti Mandala Renon atau Lapangan Perjuangan Rakyat Bali, Jumat (26/5/2017). Acara apel soliditas kebangsaan dan kirab pancasila di mulai pukul 07.00 wita.
Hadir dalam acara itu, dari berbagai elemen masyarakat, gubernur Bali Made Mangku Pastika juga hadir, kapolda, dengan peserta TNI polri Segar Nizum Denpasar, aparat pemerintahan, organisasi kemasyarakatan, serta pemuda dan pemudi, dan pelajar dari bergabai sekolah.
Made Mangku Pastika, selaku gubernur Bali, menegaskan dalam pidatonya, agar masayarakat Bali dan seluruh elemen untuk merawat pancasila, menjaga ke utuhan NKRI, tetap setia pada pancasila, dan taat pada undang-undang dasar negra republik indonesia (RI) dan tetap solid berbangsa dan bernegara.
“Bangsa kita dalah bangsa yang besar, bangsa yang berhasil melewati berbagai hambatan dan tantangan, ancaman dan gangguan, kita sudah merdeka 72 tahun, tentunya sudah banyak pengalaman dan dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Gubernur Bali.
Namun kata Gubernur, akhir-akhir ini banyak sekali pristiwa mengancam negara indonesia, pada zaman dulu perbedaan justru menaytukan negara, tapi pada saat sekarang justru perbedaan mengancam kesatuan republik indonesia, tuturnya.
Sementara Komarudin Pangdam 9 Udayana mengatakan, Pancasila sudah teruji ke saktiaannya, siarkan dari Bali keseluruh Indonesia, bahwa pancasila adalah prodak bangsa negara kesatuan republik indonesia (NKRI) didalamnya sudah ada nilai-nilai luhur kita.
“Sekarang kita dihadapakan kepada permasalahan intoleransi terorisme, radikalisme, dan kalau anak bangsa tidak solid maka gangguan dan ancaman itu akan ada didepan pintu,” uangkapnya.
Maka dari itu kata Komarudin, kita semua sebagai anak bangsa kita harus solid untuk menjaga negara kesatuan republik indonesia (NKRI), tegas Komarudin Pangdam 9 Udayana saat wawancara.
Sementara Kapolda Bali, Golose mengatakan, bahwa saat ini banyak sekali paham-paham yang sudah masuk ke negara indonesia, yang mencoba merusak kebinekaan indonesia.
“Kami dari kepolisian daerah amat sangat mendukung kegiatan yang kita lakukan bersama panglima daerah militer, dengan kepolisian daerah, dan juga gubernur bali, dalam rangka meng antisispasi idiologi yang mau mencoba merusak kebinekaan kita, kita tegaskan, bali amat sangat mendukung bineka tunggal ika,” tutur Golose.
Setelah apel soliditas kebangsaan dan kirab pancasila selesai, kemudian dilanjutkan dengan di file mengelilingan lapangan Niti Mandala Renon atau lapangan Perjuangan Rakyat Bali, dan di lanjutkan dengan donor darah.












