Cegah Lonjakan Covid-19, Libur Nataru Wali Kota Probolinggo Menolak Semua Cuti Dan Wajibkan Pegawai Share Lok

oleh -189 views
Foto : Wali Kota Probolinggo, Hadi Zainal Abidin.

PROBOLINGGO, Senin (28/12/2020) suaraindonesia-news.com – Dalam upaya mencegah lonjakan penyebaran Covid-19, Wali Kota Probolinggo, Jawa Timur, Hadi Zainal Abidin saat libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) menolak semua cuti pegawai selama Nataru.

Disamping itu Wali Kota juga
mewajibkan pegawai dilingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Probolinggo untuk share loc (share lokasi) keberadaannya di grup masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Hal ini dilakukan oleh Wali Kota mengingat jumlah orang terkonfirmasi positif Covid-19 di kota Probolinggo masih terus bertambah.

“Liburan Natal dan Tahun Baru menjadi perhatian dari pemerintah untuk memberlakukan kebijakan yang bertujuan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Saat liburan tentunya tidak dapat memantau satu per satu keberadaan pegawai Pemkot Probolinggo,” ujar Wali Kota Probolinggo Hadi Zainal Abidin saat dirumah dinasnya, Senin (28/12).

Ia katakan, sebagai Kepala Daerah wajib mengontrol keberadaan para pegawai dengan memanfaatkan kemudahan teknologi dan fasilitas yang ada.

“Saya sebagai Kepala Daerah wajib mengontrol keberadaan para pegawai dengan memanfaatkan teknologi dan fasilitas yang ada. Mereka yang terlambat atau tidak mengirimkan lokasi keberadaannya, saya perintahkan kepala OPD-nya untuk menyampaikan ke saya apa alasannya,” tegas wali kota yang akrap disapa dengan Habib Hadi ini.

Menurut Habib Hadi, dengan cara seperti ini respon yang diberikan oleh pegawai dinilai bagus.

“Banyak yang mengirim share lok, meskipun kebetulan ada yang berduka sehingga harus pulang bukan karena liburan,” tuturnya.

“Kenapa saya minta share lok, selain dari surat edaran Menpan RB, juga melihat kalau sudah liburan seperti bulan Oktober lalu, efeknya terjadi lonjakan Covid-19. Ada juga klaster perkantoran yang ternyata dari seorang pegawai terpapar dari keluarganya yang baru pulang liburan. Di daerah lain memang ada pegawai yang tidak liburan, tidak keluar tapi malah keluarganya yang pergi-pergi. Karena itu mulai sekarang dihindari dulu jangan bepergian,” ungkapnya.

Ia katakan, bahwa sesuai dengan SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Nomor 72 tahun 2020 tentang pembatasan bepergian ke luar daerah dan pengetatan pemberian cuti bagi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama libur Hari Raya Natal dan Tahun Baru 2021 dalam masa pandemi Covid-19.

Disebutkan adanya kebijakan pembatasan kegiatan bepergian ke luar daerah, pengetatan pemberian cuti, disiplin pegawai berlaku hingga 8 Januari 2021.

Ia juga jelaskan, hasil dari share lok melalui WA grup pun bermacam-macam, Diskominfo contohnya, share loc tepat waktu ada 54 pegawai sedangkan yang terlambat dengan berbagai alasan ada 20 pegawai. Jumlah total pegawai di Diskominfo mencapai 74 pegawai.

Selanjutnya laporan yang dikirimkan akan ketahuan alasannya apa, apa bisa diterima dan dipertanggung jawabkan. Saya juga menolak semua cuti pegawai selama Nataru.

“Kalau sampai ada kepala OPD yang memberikan izin maka kepala OPD yang akan kena sanksi,” jelas Habib Hadi.

Pasalnya, tidak hanya saat liburan Natal saja, pada liburan Tahun Baru pun absensi serupa akan diberlakukan tanpa terkecuali. Dan, wali kota mengaku bisa mendeteksi apakah share lok yang dikirim jujur atau tidak.

“Sedang pegawai yang mengirim share lok diluar batas waktu, dianggap sedang keluar kota dan wajib melaporkan alasannya ke sekretaris dinas,” pungkas orang nomor satu di kota mangga ini.

Reporter : Singgih Widjanarko
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *