Camat Torjun, Laksanakan Musdes BLT Dari Dana Desa

oleh -144 views
Foto : Pelaksanaan Musdes BLT dari DD dipimpin langsung Camat Torjun. (Foto: Nora/SI)

SAMPANG, Jumat (24/4/2020) suaraindonesia-news.com – Musyawarah Desa (Musdes), terkait validasi dan penetapan kartu keluarga (KK), calon penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT), yang bersumber dari Dana Desa (DD), di Desa Kara Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, di Balai Desa setempat, dibuka dan dipimpin langsung oleh Camat Torjun, H. Moh. Lutfi Maliki SH, MM.

Hadir pada saat itu, Danramil Torjun, Kapolsek Torjun, Kades Kara, Kasi PMD Torjun, Kasi Pemerintahan, Bhabinsa, Bhabinkamtibmas, Pendamping Desa, BPD, Perangakat Desa Kara, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, dan Tokoh Pemuda desa setempat.

Camat Torjun Moh Lutfi Maliki, pada suaraindonesia-news. com, mengatakan, tujuan pelaksanaan BLT dari Dana Desa ini, untuk menjaga daya beli masyarakat desa. Sasarannya, keluarga miskin yang belum tercaver Program Keluarga Harapan(PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

“Pelaksanaan bantuan yang masuk ke desa, perlu hati-hati. Karna melalui rapat Forkopimcam setempat. Untuk itu, kami berharap jangan sampai ada penyimpangan pendistribusian bantuan tersebut,” tegasnya Moh. Lutfi.

Ditempat terpisah, Operator Desa Kara, Muafi menjelaskan, kegiatan musyawarah desa terkait BLT yang bersumber dari Dana Desa, bertujuan agar data penerima valid. Bantuan itu. per satu orang mendapat Rp 600 ribu.

“Bantuan tersebut tidak berkelanjutan, tetapi cuma selama 3 bulan selama Covid-19. Karena bantuan itu, di ambil dari dana desa otomatis akan mengurangi kegiatan yang lain, terutama kegiatan fisik,” tuturnya.

Sementara, Pendamping Kecamatan Torjun, Moh Karimullah saat di konfirmasi mengatakan, Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa (DD), sasaranya keluarga miskin yang belum tercaver Program Keluarga Harapan(PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Untuk mendapat BLT, ada 14 katagori di antaranya khusus untuk orang yang terdampak langsung covid 19, seperti orang di PHK dari pekerjaan, orang yang usahanya macet, orang yang menderita penyakit kronis dan orang yang tidak ada data TKSK dari Kemensos.

Reporter : Nora/Luk
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *