Bupati Tanjab Barat Sigap Kendala Jual Hasil Panen Padi Warga

oleh -34 views
Bupati Tanjab Barat Drs, H. Anwar Sadat, M. Ag (tengah), Wabup Tanjab Barat Hairan, SH (kiri) dan DPRD Tanjab Barat H. Assek serta Sekda H. Agus Sanusi M, SI saat diskusi dan berdialog bersama masyarakat kecamatan Pengabuan dan Kecamatan Senyerang.

TANJAB BARAT, Sabtu (3/4/2021) suaraindonesia-news.com – Lebih dari 50% warga Kecamatan Pengabuan dan Kecamatan Senyerang mayoritas merupakan petani. Terutama petani padi, hasil panen yang mereka hasilkan selalu terkendala saat pemasaran.

Gedis sapaan seorang ibu-ibu saat awak media ini mewawancarainya sebelum acara dialog dan diskusi bersama perwakilan para petani Kecamatan Pengabuan dan Kecamatan Senyerang yang dihadiri Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat M. Ag dan Wabup Tanjab Barat Hairan, SH, mengatakan, sebagai seorang ibu rumah tangga, yang hanya mempunyai penghasilan dari bertanam padi sangat bingung menjual hasil panen padi. Kondisi ini dikarenakan tidak ada akses ke pembeli.

“Jika panen kami makan sendiri dan mau dijual juga tidak tahu ke mana. Semoga dengan pertemuan yang akan diadakan saat ini, ada solusi yang akan diberikan kepada kami sebagai masyarakat petani,” harapnya.

Dalam pertemuan antar perwakilan masyarakat petani, tokoh agama, tokoh masyarakat yang ada di Kecamatan Pengabuan dan Kecamatan Senyerang, turut dihadiri Bupati Tanjab Barat Drs. H. Anwar Sadat dan Wabup Tanjab Barat Hairan, SH Sekda Tanjab Barat Ir. H. Agus Sanusi M, SI serta anggota DPRD Tanjab Barat H. Assek.

Dalam kesempatan ini Bupati menyampaikan, kepada perwakilan petani padi Kecamatan Pengabuan Dan Senyerang terkait sulitnya menjual beras kampung pasca panen, ia menanggapi permasalahan yang sempat viral di medsos itu.

“Pemerintah daerah telah memikirkan sebelum dan sesudahnya permasalahan yang viral di medsos, terkait sulitnya bagi petani padi menjual hasil panen, dan kami telah mempersiapkan solusinya,” ujar Bupati.

Untuk awal, kata Bupati, seluruh ASN Tanjab Barat akan di wajibkan membeli beras dalam negeri.

“Lebih dari empat ribu orang ASN yang ada di Tanjab Barat notabene menerima tunjangan beras dalam bentuk uang setiap bulan,” ucap Bupati.

Menurutnya, pemerintah akan segera mempersiapkan payung hukum untuk mengatur teknis pelaksanaannya, agar bisa menjadi konsumen tetap.

“Itu solusi awal yang ingin kami persiapkan, Semoga persoalan yang sedang dihadapi para petani padi akan segera teratasi dan Insya Allah, awal bulan mei akan terealisasi,” kata Bupati.

Reporter : Yatib
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *