Bupati Pamekasan Resmikan Santana di Tiga Pondok Pesantren

oleh -49 views
Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam selesai meresmikan Santana di Tiga Pondok Pesantren foto bersama.

PAMEKASAN, Kamis (02/09/2021) suaraindonesia-news.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, meresmikan pesantren tangguh bencana (santana) di tiga pondok pesantren, Kamis (2/9/2021).

Peresmian pertama dilakukan di Pondok Pesantren Al Mujtama’ Desa Plakpak Pegantenan, kedua di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bettet, dan ketiga peresmian dilakukan di Pondok Pesantren Al Hasan Desa Srambah, Kecamatan Proppo.

Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam dalam menyampaikan dalam sambutannya, program santana bertujuan untuk mencegah penyebaran covid-19 di lingkungan pesantren, supaya kyai, santri dan masyarakat sekitar dijauhkan dari wabah membahayakan tersebut.

“Pesantren tangguh ini ada beberapa item yang sedang kita rancang, tujuannya melindungi alim ulama, kyai, pengurus, santri, serta masyarakat yang meminta doa kepada kyai,” kata Baddrut Tamam.

Santana di beberapa Pondok pesantren di harapkan, seluruh tamu yang hendak sowan kepada kyai harus mencuci tangan terlebih dahulu, kemudian melewati bilik disinfektan, dan memakai masker sebagai ikhtiat memutus penyebaran covid-19.

“Santri yang bertugas di bagian depan dilatih bagaimana caranya, kita bantu vitamin yang orientasinya untuk daya tahan tubuh, kita bantu juga penyemprotan di masing-masing tempat yang biasa ditempati santri, pengurus, keluarga serta pengelola pesantren,” tambahnya.

Menurutnya, penerapan protokol kesehatan (prokes) covid-19 bertujuan untuk menjaga kesehatan bersama sebagai sarana meningkatkan ibadah kepada Allah SWT. Harapannya, pesantren yang ditetapkan sebagai santana mampu menerapkan prokes tersebut.

“Keseluruhan ini akan kita evaluasi, Al Hasan ini menerapkan protokol kesehatan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah. Mudah-mudah kita terbebas dari covid-19, kalau bebas dari covid-19 santri-santri yang ada di sini akan belajar yang lebih rajin lagi,” tambahnya.

Kesehatan merupakan nikmat terbesar yang Allah berikan kepada manusia, tentu untuk mensyukuri nikmat tersebut salah satunya menjaga kesehatan itu dengan cara menerapkan prokes.

“Sehingga nanti pesantren ini bisa menyumbangkan pikirannya, tenaga untuk agama, bangsa dan negara,” tandasnya.

Bupati yang akrab di sapa Mas Tamam tersebut menambahkan, adanya pesantren tangguh bencana secara otomatis pesantren ikut andil dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya prokes hingga vaksinasi covid-19.

“Kami sampaikan terimakasih atas kerja sama ini kyai, dan ummat mohon bimbingannya kyai. Ummat sekarang butuh diajak bukan diejek, butuh dirangkul, dan pemerintahan ini tentu butuh rangkulan dari ajunan,” tegasnya.

Mas Tamam juga meminta bimbingan kepada para alim ulama untuk senantiasa mengingatkan iktikad baik pemerintah dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat melalui beberapa program yang telah dicanangkan.

“Mohon bimbingannya untuk menjadikan prinsip bagi abdhina, jabatan ini hanya alat perjuangan terus terpatri di dalam jiwa, semangat bahwa jabatan hanya alat perjuangan, bukan tujuan. Ini bagi abdhina, karena kalau jabatan hanya sebagai tujuan, titik sudah,” tegasnya.

Pihaknya bangga Pondok Pesantren Al Hasan Desa Srambah Kecamatan Proppo dan beberapa pondok pesantren lain yang telah menjadi pelopor sebagai pesantren tangguh bencana.

“Secara keseluruhan, ada 13 pesantren di semua kecamatan telah ditetapkan sebagai santana yang nantinya akan dilanjutkan dengan beberapa pesantren lainnya,” pungkasnya.

Diketahui, Pada peresmian santara pertama dan kedua, Bupati Pamekasan, Baddrut Tamam tidak bisa hadir langsung lantaran bersamaan dengan acara video conference rapat koordinasi pencegahan tindak pidana korupsi dengan komisi pemberantasan korupsi (KPK) RI. Bupati baru bisa menghadiri acara ketiga, yakni peresmian santana di pondok pesantren Al Hasan.(Adv)

Reporter : My
Editor : Redaksi
Pubisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *