Bupati OKI Minta Pasien DBD dan ISPA Turut di Pantau

oleh -21 views
Bupati OKI H Iskandar saat memberi arahan kepada Kadin Kesehatan OKI Iwan Setiawan.

OGAN KOMERING ILIR, Selasa (17/3/2020) suaraindonesia-news.com – Bupati OKI, H. Iskandar, SE secara resmi menyatakan jika Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan virus corona di wilayah Bumi Bende Seguguk.

Pemkab OKI pun langsung membentuk Satuan Tugas atau Gugus Tugas yang secara intens akan dikomandoi oleh BPBD Kabupaten OKI.

“Gugus Tugas agar melakukan upaya antisipasi Covid-19. Salah satunya dengan melakukan identifikasi dan pendataan warga Kabupaten Ogan Komering Ilir yang mengalami indikasi klinis corona maupun mempunyai histori perjalanan ke luar negeri atau wilayah lain yang terjangkit dalam kurun waktu 2 minggu ini,” jelas Iskandar saat memimpin rapat antisipasi penanganan Covid-19 di Kayuagung, Selasa (18/3).

Khusus kepada Dinas Kesehatan dan Puskesmas-puskemas di OKI Iskandar meminta pemantauan penuh terhadap tren keluhan Demam Berdarah dan ISPA.

“Jadi gejala-gejala klinis Covid-19 untuk dipantau oleh Puskesmas dan pusat layanan kesehatan termasuk keluhan-keluhan ISPA atau DBD agar dipantau, saya minta laporan rutinya,” tegas Iskandar.

Hal ini tambah Iskandar mengingat gejala klinis DBD dan ISPA mendekati gejala klinis terserang virus corona.

“Jadi perluas pengawasan terhadap pasien yang ada di pelayanan kesehatan tingkat bawah,” lanjutnya.

Kepala Dinas kesehatan Kabupaten OKI, Iwan Setiawan mengungkap pihaknya terus melakukan upaya preventif penyebaran virus corona di Bumi Bende Seguguk.

Dikatakan Iwan sejak Januari lalu ada empat orang yang baru pulang dari China ditetapkan sebagai Orang Dalam Pantauan (ODP).

“Setelah dilakukan pemantauan rutin selama empat belas hari, yang bersangkutan sehat dan tidak menjukkan gejala,” kata Iwan.

Terkait tren penyakit DBD dan ISPA ditambah Iwan belum ada peningkatan di Januari maupun Februari.

Senada, Direktur RSUD Kayuagung Dr. T. Mirda Zulaikha mengatakan pasien ISPA maupun DBD yang ditangani pihaknya tidak menunjukkan gejala klinis terserang COVID-19.

“Pasien ISPA tidak ada yang menuju radang paru-paru atau pneumia, namun kita awasi rutin terhadap pasien yang baru saja bepergian dari daerah yang epedemi corona,” Jelasnya.

Reporter : Firman
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *