Bupati Lumajang Tolak Warga Bangladesh Minta Waktu Dideportasi

oleh -153 views
Sejumlah warga Bangladesh saat ditanyai oleh Bupati Lumajang.

LUMAJANG, Minggu (12/4/2020) suaraindonesia-news.com – Sejumlah warga asing dari negara Bangladesh, akan di deportasi oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang, karena izin tinggalnya sudah habis (over stay).

Hal ini disampaikan Bupati Lumajang, Thoriqul Haq, saat mendatangi kediaman ustad Lukman di RT 06/ RW 01, Kelurahan Ditotrunan, Kecamatan/Kabupaten Lumajang.

Menurut Bupati, antara penerima tamu (ustad Lukman) dan pendatang (warga Bangladesh) tersebut tidak mempunyai itikad baik untuk tinggal di wilayah Lumajang ini, sejumlah aturan telah dilanggar oleh mereka.

“Kalau anda meminta penambahan izin tinggal, saya tidak akan kasih, sebab anda semua tidak mempunyai komitmen yang jelas, akan menjaga dan menaati aturan pemerintah adanya pemutusan penyebaran virus Corona ini,” katanya kepada mereka.

Menurut Bupati, para tanu tersebut, juga tidak menggunakan masker padahal larangan keluar rumah dan menggunakan masker sudah ditetapkan. Kalau sudah tidak mengindahkan apa yang ditetapkan pemerintah, dipersilahkan meninggalkan kota ini.

“Anda semua tidak menggunakan masker, padahal saat ini adalah pandemi wabah virus Corona yang berbahaya, coba sekarang hubungi tempat awal pertama kali masuk ke Indonesia, saya tidak mau terima anda disini,” paparnya lagi.

Keluhan dari sejumlah warga sekitar juga sudah ditampung oleh Bupati Lumajang. Menurut warga setempat, warga Bangladesh itu tidak pernah menjaga kebersihan, suka berkunjung ke rumah-rumah warga dan sering berjalan-jalan setiap pagi dan sore hari.

“Mereka itu kalau membuang sampah sembarangan, meludah dimana-mana, apalagi jalan-jalan, kita kan takut di situasi pandemi seperti sekarang ini,” ujar seorang ibu warga sekitar.

Sementara pantauan dar pihak TNI, warga Bangladesh tersebut sempat terlihat berboncengan naik motor keliling kota, ada juga yang keluar ke pasar dan pergi ke Kecamatan Pasirian.

Alasan dari ustad Lukman, pihaknya hanya membantu sebagai sesama muslim untuk menampungnya.

“Saya hanya menampung saja sebagai sesama muslim, memberikan tempat dan makan saja,” kata ustad Lukman kepada Bupati.

Dan permintaan Bupati untuk mengambilkan warga Bangladesh ke daerah Kebon Jeruk Jakarta, ustad Lukman ditolak oleh pihak sana, karena situasi Jakarta dalam posisi lockdown.

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *