Bupati Lumajang: Jika Membeli Rokok Yang Bercukai

oleh -15 views
Bupati saat memberikan himbauan kepada masyarakat.

LUMAJANG, Selasa (11/8/2020) suaraindonesia-news.com – “Kalau membeli rokok, belilah rokok yang ada cukainya, jangan yang ilegal,” kata Bupati Lumajang, Thoriqul Haq (Cak Thoriq), saat memberikan sambutan dalam acara Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai Kabupaten Lumajang, yang bertempat di bertempat di gedung koperasi guru Kecamatan Pasirian.

Karena dengan masyarakat membeli rokok yang bercukai, kata Bupati Lumajang, berarti masyarakat juga membantu pemerintah dalam pembangunan, baik infrastruktur jalan maupun yang lainnya.

“Karena salah satu dananya berasal dari cukai rokok tersebut,” ungkap politisi PKB ini.

Kegiatan ini selain dihadiri oleh Bupati Lumajang, juga dihadiri oleh Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang, anggota Kantor Bea Cukai Probolinggo, Babinsa, Babinkatibnas, Kepala Kesa se Kecamatan Pasirian dan seluruh undangan lainnya yabg turut hadir.

Acara sosialiasasi ini diberikan langsung oleh Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Probolinggo (KPPBC TMP C Probolinggo), Fardani Setiyawan SE MM. Selain kantor Bea Cukai, sosialisasi juga diberikan oleh Kepada Dinas Kominfo Kabupaten Lumajang, Yoga Pratomo.

Dengan adakan sosialisasi ini, diharapkan agar masyarakat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lumajang saling bersinergi membrantas peredaran rokok ilegal yang ada di Kabupaten Lumajang.

Pada kegiatan sebelumnya, Kepala Seksi Penindakan dan Penyidikan Bea Cukai Probolinggo (KPPBC TMP C Probolinggo), Fardani Setiyawan, S.E., M.M. menyampaikan kepada penjual dan pengedar rokok ilegal bahwa membeli rokok tanpa cukai dapat dikenakan sanksi penjara maksimal 8 tahun penjara dan denda 20 kali nilai cukai yang seharusnya di bayar.

Kepada media ini, Fardani, sanksi tersebut diberikan jika penjual dan pengedar terbukti melanggar Pasal 56 Undang-Undang RI Nomor 39 Tahun 2007 tentang Cukai yang berbunyi “Setiap orang yang menimbun, menyimpan, memiliki, menjual, menukar, memperoleh, atau memberikan barang kena cukai yang diketahuinya atau patut harus diduganya berasal dari tindak pidana berdasarkan undang-undang ini dipidana dengan pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 8 (delapan) tahun dan pidana denda paling sedikit 2 (dua) kali nilai cukai dan paling banyak 20 (duapuluh) kali nilai cukai yang seharusnya dibayar.

Atas hal tersebut, Pemkab Lumajang melakukan monitoring dan sosialisasi tentang peredaran rokok ilegal di sejumlah toko. Seperti yang dilakukan Dinas Perdagangan, Bagian Perekonomian, Dinas Komunikasi dan Informatika, Bakesbangpol, Satuan Polisi Pamong Praja Kabupaten Lumajang, melakukan monitoring dan sosialisasi peredaran Rokok dan Pita Cukai Rokok Ilegal di wilayah kecamatan SE Kabupaten Lumajang.

“Memang ada sejumlah toko yang menjual rokok ilegal, dan langsung kami sita untuk tidak diedarkan kembali,” kata seorang petugas Satpol PP kepada media ini.

Kegiatan dimaksudkan, kata petugas Satpol PP adalah untuk mengantisipasi peredaran Rokok dan Pita Cukai Ilegal, dengan menginformasikan dan memberikan pemahaman kepada warung / toko retail mengenai ciri-ciri rokok/pita cukai rokok ilegal/palsu berikut potensi kerugian yang ditimbulkan bagi negara, daerah maupun bagi warga masyarakat.

Ciri-ciri rokok ilegal adalah, sebagai berikut :
1. Hargah, kisaran Rp.6.000 – Rp.10.000 per bungkus.
2. Pada cukai rokok Asli, ada hologram, kalau digoyang berubah warna, gambar didalamnya seperti berubah/bergerak.
3. Dibagian bawah pack tercetak (cetak dalam) kode produksi. (Adv)

Reporter : Fuad
Editor : Amin
Publisser : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *