Bupati Faida: Supir Angkot Harus Nyentrik

oleh -92 Dilihat
Bupati Faida saat menggelar silaturahmi dengan para supir angkot dan angdes di Pendopo Pemkab. Jember (Foto: Guntur/SI)

JEMBER, Sabtu (7/10/2017) suaraindonesia-news.com – Bupati Jember, mengumpulkan ratusan sopir angkutan kota maupun angkutan pedesaan guna saling bersilaturahmi antara Pemerintah dengan rakyat, bertempat di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Jumat (6/10) sore.
Bupati perempuan ini punya cara tersendiri mengemas perbincangan nya dengan para supir angkot, salah satunya dengan berbahasa lokal setempat.

“Sopir angkot dan angdes sepakat todus mon mon tak tertib, todus mon tak e tilang, koduh apah? (sopir angkot dan angdes sepakat malu jika tidak tertib, malu jika ditilang,  harus apa?),” ucap Bupati sambil bertanya menggunakan Bahasa Madura.

“Koduh tertib (harus tertib),” begitulah ratusan supir angkot serentak bersama menjawab pertanyaaan Bupati dengan menggunakan Bahasa Madura juga.

Tak lupa juga Bupati menegaskan bahwa Pendopo ini merupakan rumah rakyat Jember, harusnya diisi oleh para rakyat Jember.

Baca Juga: Drama Kolosal Warnai HUT 72 TNI di Kota Langsa

“Anda semua tamu penting di Pendopo ini, bukan hanya tamu dari Jakarta saja yang penting, rakyat Jember jauh lebih penting karena sejatinya Pendopo ini rumahnya rakyat,  enggi napah enggi (iya atau iya),” tanya Bupati kepada para supir angkot.

“Enggi (Iya),” jawab para supir angkot dengan bertepuk tangan meriah.

Berbagai arahan diberikan oleh Bupati dalam kesempatan kali ini,  salah satunya peremajaan unit angkot mengingat Bupati sedang fokus mengembangkan pariwisata.

Bupati mengatakan bahwa supir adalah orang pertama yang ditemui oleh wisatawan yang berkunjung ke Jember.

“Supir angkot nantinya bak penerima tamu bagi wisatawan yang datang, maka kendaraan angkotnya harus diremajakan, termasuk sopirnya juga harus nyentrik, rapi jadi enak dilihat oleh para wisatawan yang datang,” pinta Bupati kepada para supir angkot sekaligus instruksi untuk Kepala Dishub setempat, Isman Sutomo yang juga hadir dalam acara tersebut.

Terlebih jika wisatawannya adalah wisatawan asing, lanjut Bupati,  maka para supir harus berpenampilan ganteng semua. (Guntur)

Tinggalkan Balasan