Bupati Abdya Minta Penyuluh Bekerja Ekstra dan Sabar

Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH saat membuka pertemuan penangkaran padi bersama penyuluh dan petani di Aula kantor Bappeda Rabu, (11/9/2019).

ABDYA, Rabu (11/9/2019) suaraindonesia-news.com – Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim, SH pada acara pertemuan penangkaran padi di Aula kantor Bappeda setempat membeberkan alasannya peduli kepada petani.

Menurutnya, petani adalah bagian dari masyarakat yang miskin. Sebagai bupati, Akmal mengaku sering dikritik pada periode pertama. Pasalnya ia dinilai memiliki perhatian lebih kepada petani jika dibandingkan dengan bidang lain.

“Saya di ingatkan oleh perintah Allah, dalam Al-quran itu 32 ayat menyebutkan berkewajiban memperhatikan orang miskin. Bukan keinginan saya, tapi perintah Allah, maka oleh karena itu saya lebih sedikit loyal kepada petani,” kata Bupati Abdya. Rabu (11/9).

Lanjut Bupati, orang yang puasa, sembahyang, membangun Masjid, itu semua pendusta agama, mendustai Allah dan rasulNya jika tidak peduli dengan orang miskin, amalan lainnya juga ikut sia-sia  dan kita di cap sebagai pendusta agama. Apalagi hasdist, cukup banyak menyerukan memperhatikan orang miskin.

Ia dinilai salah lantaran dilihat dari kacamata politik. Jika dilahat dari kacamata agama, semua yang berkaitan dengan pertanian adalah mengurus orang miskin dan berkaitan dengan syariah.

“Kalau kita berbicara tentang syariah, maka kebijakan juga harus bersyariah, syariah itu bukan hanya razia rok dan jilbab orang saja, syariah itu luas,” ujarnya.

Jadi, lanjutnya, dinas pertanian, penangkaran mendapatkan amanah untuk menyiapkan bibit berkualitas terbaik, ingat itu untuk orang miskin, jadi harus hati-hati. Sehingga dapat menghasilkan benih-benih unggul yang berkualitas yang bisa menolong hidup orang banyak.

“Cari semua varietas padi paling unggul di indonesia. Bibit atau benih padi kita  harus unggul di Abdya supaya hasilnya lebih banyak dan rasanya lebih enak. Jadi, kalau benih itu jelek pasti hasilnya menurun dan itu sangat terasa dilapisan masyarakat (petani),” terangnya.

Ia kini bersama pihak yang lainnya terus berusaha memajukan sektor pertanian Abdya. Dan juga berharap pihak-pihak yang terlibat di pertanian harus berkerja ekstra, karena yang diurus adalah orang miskin.

“Mungkin di Abdya ada sekitaran 20 persen pertani yang mapan, salah satunya saya, ndak payah di bantu lagi. Menghadapi orang miskin kita harus sabar dan optimis, makanya saya dengan orang petani mengalah, coba kalau dengan orang politik, garang saya. Saya berharap masalah pertanian jangan dilihat dari kacamata politik,” harap Bupati Abdya Akmal Ibrahim.

Pantauan awak media, acara tersebut dihadiri oleh tiga narasumber yaitu ; Mirza jaya, SP,Dr. Ir. Erfendi, M.Agriel (dari pertanian unsyiah) dan Drh.Nasruddin (kadistanpan).

Reporter : Nazli
Editor : Amin
Publisher : Marisa

Keterangan fhoto ; Bupati Abdya Akmal Ibrahim, SH saat membuka pertemuan penangkaran padi bersama penyuluh dan petani di Aula kantor Bappeda Rabu, (11/9/2019).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here