Buntut Salah Paham, Masyarakat Adukan Kades Babadan ke Inspektorat

Pembangunan jalan rigid beton yang dipersoalkan warganya diblok kebon kelapa timur Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

INDRAMAYU, Selasa (17/09/3019) suaraindonesia-news.com – Kades Babadan Abdur Rosid resmi diadukan masyarakatnya ke Inspektorat Indramayu terkait dugaan penggunaan Dana Desa (DD) yang tidak transparan. Penggunaan anggaran tersebut diwujudkan ke pembangunan jalan rigid beton yang bertempat di blok Kebon Kelapa Timur Desa Babadan, Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Pasalnya saat masyarakat mempertanyakan informasi pelaksanaan pekerjaan tersebut kepada Abdurrosyid tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan selayaknya sebagai kepala desa yang seharusnya sebagai suri tauladan bagi masyarakatnya.

A. Rakhman dan Fidi pemuda setempat saat itu menanyakan papan proyek di lokasi pekerjaan tersebut. Lebih lanjut Rakhman menuturkan, saat pelaksanaan proyek ia bersama temannya melihat ke lokasi proyek dan kebetulan bertemu langsung dengan Kades, lalu Fidi yang menanyakan tentang papan proyek kepada Kades dijawab dengan sedikit nada yang kurang mengenakkan.

“Pertama berdalih belum dan dalam pemesanan, ketika kami menanyakan kedua kalinya, kalau tidak dipasang pun kamu mau apa,” ucap Fidi menirukan jawaban sang Kades Abdur Rosid, Selasa (17/9).

Rakhman berpandangan, sebagai KadesĀ  seharusnya tidak bersikap seperti demikian.

“Harusnya seorang Kades tidak begitu, wajar kalau kami masyarakat menanyakan demikian, justru kami kecewa yang seharusnya sebagai Kades bisa jadi panutan masyarakatnya dengan bahasa yang enak didengar,” lirihnya dengan sedikit nada kecewa.

Ditemui di kantor kecamatan Sindang, Kades Babadan Abdur Rosyid mengatakan, apa yang terjadi hanya persoalan salah paham dan pihaknya mengaku akan segera mengklarifilasi.

“Terkait omongan atau jawaban saya yang kemarin saya khilaf dan saya akan segera minta maaf kepada mereka karena bagai manapun itu masyarakat saya,” terangnya.

Namun ironisnya Kades tidak menepati janjinya, karena hingga saat ini belum menepati janjinya untuk meminta maaf dan mengklarifikasi.

Dari sikap Kades tersebut, A. Rakhman dan Fidi pun menduga ada indikasi kecurangan volume ketebalan dan kualitas pekerjaan yang terkesan cari untung besar dari proyek tersebut, sehingga mereka berdua sebagai warganya mengadukan indikasi kecurangan tersebut ke Inspektorat Indramayu.

Reporter : Jani
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here