KOTA BOGOR, Selasa (13/10/2020) suarainfonesia-news.com – Kemelut dan kekisruhan pasca Musyawarah Daerah (Musda) partai Golkar Kota Bogor, yang digelar 29 Agustus lalu, terus berlanjut dan belum ada titik terang.
Musda yang melahirkan ketua DPD Golkar Kota Bogor, terpilih secara aklamasi Rusli Prihatevy. Pasca terpilih Rusli menurut rencana akan dilantik 15 September 2020, kenyataannya molor tak berkesudahan.
Wakil Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) yang membidangi Pertanian dan Pangan, Budi Setiawan mengatakan, saat digelar Musda di Hotel Sahira Kota Bogor 29 Agustus lalu, dinilainya tak ada masalah. Artinya tidak ada yang keberatan saat Musda di gelar.
“Saya rasa saat Musda Golkar untuk menentukan Ketua Golkar Kota Bogor, tak ada masalah berarti dan saat digelar tidak ada yang keberatan saat itu,” ujar Budi Setiawan usai penyerahan Alat Masin Pertanian di Dinas Pertanian. Senin (12/10).
Menurut Budi, gugatan kader Golkar di Majelis Partai di Jakarta masih dalam proses. Dikatakan hingga saat ini, keputusan majelis partai belum keluar.
“Kita tunggu saja keputusan majelis partai Golkar di Jakarta apa mengesahkan hasil Musda atau ada putusan lain. Kita tunggu saja,” ungkapnya.
Budi menegaskan, apapun keputusan majelis partai Golkar wajib di patuhi. Informasi di peroleh, kader Golkar menggugat pelaksana Musda yang dinilai ganjil.
Informasi lain di peroleh dalam gugatan itu, terdapat 24 kasus yang di ajukan keberatan hingga harus di gugat di majelis partai.
Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela












