Nehemia Isir: Pengisian Wabup Maybrat Kewenangan Partai Pengusung dan Pendukung Bukan Oknum Tertentu

oleh -77 views
Nehemia Isir, Anggota DPRD Kabupaten Maybrat.

MAYBRAT, Selasa (13/10/2020) suaraindonesia-news.com – Wakil ketua Fraksi Partai PDI Perjuangan Nehemia Isir menegaskan, pengisian kekosongan wakil Bupati Maybrat adalah kewenangan partai politik pengusung pilkada 2017-2022 bukan oknum partai tertentu.

“Kami sebagai partai pengusung pasangan Sagrim-Kocu (Sako) pada pilkada Maybrat tahun 2017-2022 sangat kesal atas pemberitaan yang dikeluarkan oleh pimpinan partai politik lewat media sosial (Metsos), terkait dengan pengisian kekosongan Wakil Bupati Maybrat itu dinilai meninggalkan aturan organisasi partai politik, sehingga setiap pimpinan partai politik menyampaikan sesuatu berdasarkan pandangan pribadi diri sendiri,” kata Anggota DPRD Kabupaten Maybrat itu.

Menurutnya, ada oknum-oknum pimpinan partai politik yang menyampaikan pandangan untuk mengklaim bahwa pengisian kekosongan Wakil Bupati Maybrat milik partai tertentu, sehingga pernyataan itu dapat menimbulkan keresahan bagi partai pengusung dan juga masyarakat di Kabupaten Maybrat.

“Pimpinan partai politik harus tau etika dan standar aturan main organisasi tentang proses pengusulan wakil Bupati Maybrat.
Partai PDI perjuangan merupakan partai pengusung yang mempunyai kewenangan tertinggi yang nantinya menggundang partai pendukung lainnya, yakni Partai Golkar, Nasdem, dan partai PKS untuk merekomendasikan beberapa nama calon yang diusulkan partai politik kepada pansus DPRD Kabupaten Maybrat untuk melakukan verifikasi dan menetapkan siapa yang calon yang layak mengisi wakil Bupati Maybrat,” terang Nehemia Isir.

Ditambahkan anggota partai berlambang kepala banteng itu, pimpinan partai politik harus memberikan pendidikan politik yang baik dan santun kepada masyarakat, bukan meruncingkan permasalahan kepada masyarakat di Kabupaten Maybrat untuk mengadu domba.

“Partai politik yang mempunyai kewenangan tertinggi untuk menentukan jabatan wakil Bupati Maybrat bukan kewenangan orang Ayamaru, Aitinyo, Aifat dan Yumasssesss,” tegas Nehemia Isir.

Nehemia Isir berharap kepada pimpinan partai politik tetap menahan diri dan bersinerji dengan partai pengusung dan juga partai pendukung untuk duduk bersama mengikuti proses pembentukan pansus DPRD, sehingga di situlah partai menyiapkan bakal calon yang diusulkan jadi wakil bupati maybrat .

“Jagan ada partai politik yang berdiri sendiri mendukung si A,atau si B maka proses ini tidak dapat berjalan dengan baik.jadi saya berharap pimpinan partai politik harus memberikan pemahaman politik yang baik kepada publik, tidak boleh menyembunyikan aturan partai dan menyampaikan sesuatu menurut pandangan pribadi sehingga dapat meruncing masalah ditengah pemerintahan yang sudah berjalan baik,aman selama ini,” tutup Nehemia Isir.

Reporter : Ones
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *