JAKARTA, Rabu (18/09) suaraindonesia-news.com – PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) menyampaikan tanggapan resmi terkait pemberitaan di media online suaraindonesia-news.com yang menyebutkan bahwa saham BTN mengalami penurunan berturut-turut akibat skandal dan buruknya pelayanan. Surat tanggapan tersebut dikeluarkan melalui surat resmi dengan nomor 1455/CSD/COM/IX/2024.
BTN menyatakan bahwa fluktuasi harga saham yang terjadi adalah hal yang wajar dan lazim dalam pasar saham, baik di Bursa Efek Indonesia (BEI) maupun di pasar saham global. BTN menjelaskan bahwa penurunan harga saham dalam dua hari tidak bisa langsung disimpulkan sebagai penarikan investasi oleh investor seperti yang diberitakan.
Selain itu, BTN juga menekankan bahwa tren harga saham mereka justru menunjukkan peningkatan. Sepanjang pekan perdagangan terakhir (9-13 September 2024), saham BTN (BBTN) mengalami kenaikan sebesar 2,14%. Bahkan dalam satu bulan terakhir, saham BTN telah menguat sebesar 10,27%, dan melonjak hingga 16% dalam tiga bulan terakhir.
Terkait tuduhan adanya penyalahgunaan wewenang oleh pihak internal dan pelanggaran terhadap peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) serta Bank Indonesia (BI), BTN dengan tegas membantah tuduhan tersebut. BTN menilai tuduhan tersebut tidak memiliki dasar dan menyalahi etika jurnalistik, yang seharusnya menyajikan informasi secara seimbang dari kedua pihak.
Selain itu, BTN juga mengklarifikasi bahwa sengketa dengan mitra pengembang, PT Linggarjati Traya Indah, telah diselesaikan secara damai, sehingga permasalahan tersebut dianggap tidak relevan untuk dibahas lebih lanjut.
Melalui tanggapan ini, BTN berharap media yang bersangkutan dapat memuat hak jawab mereka, guna memberikan pemberitaan yang lebih berimbang.
Sebelumnya diberitakan, Saham PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (IDX: BBTN) terus mengalami penurunan selama dua hari berturut-turut dari 12 hingga 13 September 2024. Terpuruknya saham bank milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini, sebagaimana dilaporkan melalui laman resmi Google Finance BBTN IDX, dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk dugaan skandal kredit dan masalah pelayanan buruk yang merusak reputasi.
Pada Kamis (12/09/2024), saham Bank BTN tercatat mengalami penurunan sebesar 0,35%, dengan harga ditutup pada level Rp1.440 per lembar saham, turun Rp5 dari penutupan sebelumnya di angka Rp1.445. Penurunan ini berlanjut pada Jumat (13/09/2024), di mana saham BTN kembali merosot sebesar 0,69%, atau 10 poin, menjadi Rp1.430.
Sepanjang perdagangan Jumat, harga saham dibuka di Rp1.440, namun sempat mencapai titik terendah Rp1.415 sebelum akhirnya ditutup. Penurunan ini melanjutkan tren negatif yang telah melanda Bank BTN selama beberapa hari terakhir.
Skandal kredit yang terungkap beberapa waktu lalu, serta keluhan terkait pelayanan yang buruk, menjadi faktor utama yang memicu krisis kepercayaan di kalangan investor. Hal ini memperburuk kondisi pasar saham BTN, sebagaimana dilaporkan oleh suaraindonesia-news.com sebelumnya.
Krisis reputasi ini menjadi tantangan serius bagi Bank BTN di tengah upaya mempertahankan kepercayaan investor di pasar modal.
Kasus ini melibatkan mitra kerja bank dan nasabah besar, yang semakin memperparah posisi saham BTN di pasar modal. Hal ini mencerminkan dampak dari ketidakpastian pasar serta sisa-sisa dampak reputasi dari skandal tersebut.
Penurunan saham ini diduga kuat berkaitan dengan berbagai isu pemberitaan dugaan penyalahgunaan wewenang dan keterlibatan pihak internal bank dalam sejumlah kasus yang berpotensi merugikan perseroan serta para pemegang saham.












