BPBD Kabupaten Malang Catat 470 KK Terdampak Banjir - Suara Indonesia
PeristiwaSosial Budaya

BPBD Kabupaten Malang Catat 470 KK Terdampak Banjir

Avatar of admin
×

BPBD Kabupaten Malang Catat 470 KK Terdampak Banjir

Sebarkan artikel ini
IMG 20221016 175841
Foto: Salah satu rumah di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang yang terdampak banjir. (BPBD Kabupaten Malang/SI)

MALANG, Minggu (16/10/2022) suaraindonesia-news.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim) catat sebanyak 470 Kepala Keluarga (KK) terdampak banjir.

Hal itu disampaikan langsung oleh Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Malang, Muhammad Nur Fuad Fauzi kepada sejumlah awak media.

Menurutnya, Banjir yang terjadi di Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang pada Sabtu (15/10/2022) kemarin, membawa dampak pada ratusan rumah warga.

“Ada 470 KK yang terdampak. Itu tersebar di empat dusun. Dusun Rowoterate menjadi terdampak paling parah. Di sana ada 177 rumah yang sempat digenangi air,” katanya, Minggu (16/10).

Lebih lanjut, Dusun Rowoterate menjadi dusun terakhir yang airnya surut. Pasalnya, posisi dusun ini berada di elevasi paling rendah Menurut dia, tiga dusun lain juga cukup banyak terdampak banjir.

“Di Dusun Krajan Tengah misalnya, ada 77 KK yang terdampak. Sementara di Dusun Krajan Kulon ada 66 KK dan Dusun Krajan Wetan 156 KK,” katanya merinci.

Untuk menangani bencana di sana, diirinya manambahkan BPBD sudah membuka dapur umum di Balai Desa Sitiarjo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan, Kabupaten Malang.

“Semua logistik bagi warga yang terdampak juga dipusatkan di Balai Desa Sitiarjo,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Desa Sitiarjo, Mamiek Misniati mengatakan, bahwa hampir semua dusun di tempatnya terkena luapan air sungai. Bahkan, pada Sabtu (15/10/2022) kemaren sore, warga sudah kembali ke rumah masing-masing.

“Meskipun air sudah surut, kami harap warga tetap waspada karena cuaca masih ekstrim,” pungkasnya.

Reporter : Fauzi
Editor : M Hendra E
Publisher : Nurul Anam