Bosda Rp 20 Miliar Lima Bulan Tak Cair, Ini Akibatnya

oleh -339 views
Pamor Patriawan Kasek SMAN 02 Batu

KOTA BATU, Jumat (10 Nopember 2017) suaraindonesia-news.com – Bantuan Operasional Sekolah Daerah (Bosda) sebesar Rp 40 miliar yang bersumber dari APBD Pemkot Batu tahun 2017 ke 335 sekolah yang ada di Kota Batu hingga awal Nopember 2017 atau lim bulan ini tak kunjung cair.

Kepala SMAN 02 Batu Pamor Patriawan saat ditemui di Kantornya, Jumat (10/11/2017) mengatakan sejak lima bulan ini Bosda tahap kedua dari Pemkot Batu belum cair, Padahal biasanya pencairan itu pada semester dua itu dilakukan pada bulan Juli dan Agustus, tetapi hingga sekarang bantuan tersebut belum juga turun .

Akibatnya, Untuk menutupi biaya kekurangan, pihak sekolah harus mencari pinjaman, bahkan pemberian reward berupa uang kepada siswa yang telah mengikuti lomba acara Sumpah pemuda, bulan Bahasa dan peringatan 10 Nopember belum bisa diberikan lantaran alasan dana Bosda belum turun.

“Dalam hal ini jelas sekolah mengalami kesulitan, karena pendanaan sekolah itu hanya bersumber dari Bosda dan Bosnas yang berasal dari pemerintah pusat, sementara dari pemerintah pusat sudah cair,” Kata Pamor Patriawan.

Besarnya Bosda dan bosnas kata dia itu besarnya sama, Bosda yang bersumber dari Pemkot Batu itu besarnya satu siswa Rp 120 ribu per bulan atau satu anak dalam satu tahun sebesar Rp 1,440.000.

“Bisa dibayangkan kalau lima bulan tak cair, pihak sekolah kesulitan dalam hal keuangan, ini tidak hanya dirasakan oleh sekolah SMA atau SMK, tapi semua sekolah di kota Batu juga mengalami hal yang sama,” Ungkap Pamor.

Ia berharap, dalam waktu dekat ini pemkot Batu segera mencairkan bantuan tersebut, hal ini dimaksudkan untuk memenuhi kebutuhan dasar pendidikan siswa di sekolah.

Saat dikonfirmasi terkaitnya belum dicairkannya Bosda, Plt Walikota Batu Punjul Santoso membenarkan. Menurutnya bukan hanya Bosda saja, tetapi yang bekaitan dengan Perubahan anggaran Keuangan (PAK) 2017 semua belum cair.

“Proses pencairan itu, aturannya harus ada Plt Sekda, setelah kami tanda tangani dan kemudian diundangkan yang menandatangi itu Plt Sekda,” kata Punjul saat ditemui usai tabur bunga pada Hari Pahlawan, Jumat (10/11/2017).

Berikutnya kata dia, Kepala dinas pendidikan harus membuat permohonan kepada Plt walikota, terkait dana hibah Bosda, untuk menuju pencairan harus sesuai aturan dan perundangan yang berlaku.

“Pengajuannya itu harus ada hal-hal yang harus ditaati, insya Allah dalam waktu dekat ini dua hari atau tiga hari ini bisa cair.yang penting ada pengajuan. Data riil jumlah siswa disetiap sekolah,” kata politisi PDIP ini. (Adi Wiyono/Jie)

Tinggalkan Balasan