Bidan PTT Abdya Dapat SK 100 Persen

Wabup Muslizar MT saat menyerahkan SK 100 persen.

ACEH ABDYA, Selasa (18/09/2018) suaraindonesia-news.com – Calon pegawai negeri sipil (CPNS) bidan pegawai tidak tetap (PTT) di lingkup pemerintahan kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) mendapatkan surat keterangan (SK) 100 persen. Penyerahan SK tersebut diserahkan secara simbolis oleh wakil bupati kabupaten setempat, Muslizar MT. Selasa (18/09).

Kepala Dinas Kesehatan Abdya Safliati, SST, M. Kes, terkait sudah diterimanya SK PNS bagi bida PTT itu minta kepada PNS yang baru penerima SK tersebut untuk bersyukur atas rahmat yang telah didapatkan tersebut.

“Anda wajib bersyukur dengan apa yang telah anda peroleh pada hari ini, saya yakin hal ini sudah lama dinantikan, maka dari itu syukurilah rahmat yang telah diberikan oleh Allah Swt ini dengan baik,” ujar Plt Kadinkes Saflianti.

Saflianti menjelaskan, dengan telah diterima SK PNS itu, maka setiap individu harus bekerja dengan baik dan jujur sesuai sumpah.

“Kita berharap ramat tersebut tidak menjadi laknat bagi PNS tersebut,” tuturnya.

Pada kesempatan itu, Saflianti berpesan, bagi PNS yang baru saja menerima SK tersebut dalam satu tahun kedepan masih dalam status percobaan.

“Kebiasaan buruk yang dilakukan selama ini, ada pns setelah menerima SK banyak yang pinta pindah tugas, disini saya ingatkan bahwa saya tidak mempertanggung jawabkan itu. Anda harus mengabdikan diri anda dengan baik,” tegasnya.

Untuk diketahui, pada Senin (17/9/2018) lalu, wakil bupati, Muslizar MT penyerahan SK 100 persen untuk 166 PNS di Abdya di halaman Kantor Bupati setempat, Senin (17/9/2018).

Pada saat itu, Muslizar juga menegaskan, Poskesdes jangan sampai ditumbuhi rumput ilalang, sehingga tidak sehat lagi dipandang.

“Poskesdes merupakan tempat masyarakat sekitar berobat atau rumah yang seharusnya enak dilihat dan nyaman didatangi,” sebutnya.

Menurutnya, banyak warga Abdya yang mengeluhkan tentang banyak bidan yang tidak menetap di Poskesdes masing-masing desa.

“Hal ini dikeluhkan masyarakat lantaran saat membawa sanak saudaranya berobat di waktu-waktu tertentu, seperti tengah malam pintu Poskesdes terkunci karena bidan pulang kampung tanpa menetap,” ujarnya.

Untuk itu, Ia meminta kepada seluruh Keuchik di Abdya untuk tidak menandatangani laporan bulanan kegiatan bidan di desa jika tidak bekerja profesional dan menetap.

“Keuchik kami minta tidak menandatangani laporan bulanan para bidan desa jika tidak tinggal di Poskesdes di desa masing-masing,” kata Wabup Muslizar.

Reporter : Nazli Md
Editor : Amin
Publisher : Imam

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here