Berpolusi, Kandang Ayam di Sambong Harus Dibongkar

Kandang Ayam Potong Milik Kasno Dilokasi RT/RW. 03/02 Dusun Jenu, Desa Gadu, Kecamatan Sambong ,Akan Dibongkar sesuai kesepakan Bersama karena Polusi Bau Kotoran ayam.

BLORA, Jumat (11/10/2019) suaraindonesia-news.com – Pengusaha ternak ayam potong yang berlokasi di RT. 03/RW. 02 Dusun Jenu, Desa Gadu, Kecamatan Sabong, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, yang sudah beroprasi sekitar kurang lebih satu tahun ini, dikomplin warga karena bau kotoran ayam.

Nadzor Baharudin, warga Dusun Jenu 11/10 menyampaikan kepada media ini saat dikonfirmasi dikediamannya bahwa dirinya merasa dirugikan dengan bau kotoron ayam selama kurang lebih satu tahun.

“Apalagi kalau musim kemarau, saat-saat ini saja mempengaruhi sesak nafas,” kata pria yang bisa disapa Nandong itu.

Menurutnya, dirinya tidak mempersoalkan orang usaha tapi dari polusi bau kotoran yang membuat dirinya dengan warga sekitar yang membuat tidak nyaman dan sangat mengganggu.

“Ini kami mengalami sesak, dan baunya mengganggu pernafasan, maka dari itu kami membuat surat komplin yang kami tujukan kepada kepala Desa untuk menindak lanjuti polusi bau kotoran yang di sebabkan ternak ayam dan tepat kadangnya 50 meter dari tempat tinggal saya,” katanya.

Nandong juga mengatakan, sebenarnya yang terkena dampak dari polusi bau kotoran ternak ayam bukan hanya dirinya, tapi juga warga sekitar.

“Sebab posisi lokasi berdirinya kandang ayam tersebut merupakan perbatasan dua Desa, yaitu Desa Gadu dan Desa Pojokwatu, Kecamtan Sambong serta berdekatan dengan pondok Al Muhammad,” tuturnya.

,’pengelola pondok sering juga mengeluh kepada dirinya kalau bau nya menyengat. ucapmya.

“Jika kesepakan itu dilanggar, maka kami akan mengajukan pengaduan ke tingkat yang lebih tinggi,” cetusnya.

Dia berharap dari pernyataan pengusaha ternak ayam atas nama Kasno menandatangani surat pernyataan pada hari Jumat 11 Oktober 2019 sebagai pihak pertama dan dirinya atas pihak kedua bisa di penuhi janjinya.

“Sepakat untuk kegiatan kandang ayam yang berada di Dusun Jenu Desa Gadu, Kecamatan Sambong boleh beroprasi dua kali panen sampai dengan batas waktu untuk dibongkar 31 Desember 2019, demikian isi kesepakan bersama itu,” kata Nandong.

Sementara itu, Kepala Desa Gadu Andik Subeno senada dengan pernyataan perjanjian kedua belah pihak antara warganya dan pengusaha.

“Ya, harus dibongkar,” cetus Andik ketika dikonfirmasi dirumahnya.

Namun dirinya mengakui, bahwa pihak pengusaha ternak ayam sudah pernah izin kepadanya dan itupun via lisan, kalau dirinya ingin membuat peternakan ayam dan itu bersamaan dengan agenda sedekah bumi di Desanya.

Dari Komplin warga tersebut akhirnya pihak Desa membuat kesepakan perjanjian bersama antara kedua belah pihak yang ditandatangi bersama dan pihak Desa menandatangi serta saksi dari pihak kasi trantib, Bhabinkamtibmas polsek Sambong, Babinsa Kecamatan Sambong.

Reporter : Lukman
Editor : Amin
Publisher : Marisa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here