Bermasalah, Diknas Sampang Keluarkan SE Larangan Tabungan Siswa

oleh -103 Dilihat

SAMPANG, Sabtu (28/7/2018) suaraindonesia-news.com –┬áKarena dinilai penuh masalah dan menjadi pembahasan publik atas kasus tidak terbayarnya uang tabungan siswa oleh pihak sekolah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang, Jupri Riyadi dengan tegas melarang pihak sekolah mengelola uang tabungan siswa. Hal itu juga diperkuat lagi dengan Surat Edaran (SE) yang disebarkan kepada seluruh lembaga sekolah se Kabupaten.

Larangan menabung ke sekolah ini, sebenarnya cukup beralasan. Sebab, beberapa waktu lalu dunia pendidikan di kota Bahari ini tercoreng oleh oknum guru yang membawa uang tabungan siswa hingga jutaan rupiah.

“Dikeluarkanya SE ini lantaran adanya sejumlah laporan, jika Kepala Sekolah (Kepsek) lepas tanggung jawab dan tidak mampu membayar uang tabungan, seperti halnya di SDN Karang Dalam 1, di sekolah tersebut uang tabungan siswa tidak terbayarkan hingga mencapai Rp 100 juta lebih,” kata Jupri.

Lanjut Jupri menjelaskan, jika lrangan menabung ke sekolah ini sudah lama sebelum dirinya menjabat. Adapun, untuk lembaga sekolah yang masih menginginkan kegiatan program tabungan siswa. Wajib mengajukan surat rekomendasi kepada pihak terkait.

“Untuk sekolah yang mau melaksanakan tabungan, silahkan mengajukan surat ke dinas, sudah ada tujuh sekolah yang kami proses. Kami berikan ijin karena mereka sudah ada MOU dengan pihak bank. Jadi inti larangan tersebut agar selalu berhati-hati dalam melakukan kegiatan tabungan terhadap murid, agar kejadian di SDN Karang Dalam tidak terulang kembali,” pungkasnya.

Sekedar diketahui, beberapa waktu lalu, sejumlah wali murid mendatanggi SDN Karang Dalam 1, Sampang, dengan maksud menanyakan uang tabungan siswa yang ngendon di sekolah dan tidak terbayarkan. Dugaan kuat, uang tabungan itu, dibawa kabur atau terpakai secara pribadi oleh salah satu oknum guru di sekolah tersebut, dengan total uang tabungan siswa sebesar Rp 93 juta.

Reporter : Nora/luluk
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan