Berharap Petani Tembakau Madura Sejahtera, P4TM Gelar Deklarasi

oleh -225 views
Foto: Gubernur Jatim didampingi Achsanul Qosasi dan Ketua Umum P4TM saat Penandatanganan Pelakat Deklarasi P4TM.

PAMEKASAN, Sabtu (06/08/2022) suaraindonesia-news.com – Puluhan ribu pedagang, tokoh ulama hingga masyarakat yang tergabung dalam Paguyuban Pelopor Petani dan Pedagang Tembakau se-Madura (P4TM) melakukan deklarasi di Aula Bersama Jalan Raya Pasar Belumbungan, Larangan, Kecamatan Larangan, Pamekasan, Sabtu (6/8/2022).

Deklarasi yang mengambil tema “Menggugat kejayaan petani tembakau Madura” tersebut diharapkan kedepan para petani tembakau Madura bisa sejahtera.

Hadir dalam acara tersebut, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Achsanul Qosasi Anggota BPK RI, Bupati se-Madura yg mewakili, Ulama se Madura, perwakilan kepala Desa se Madura, perwakilan kelompok tani se Madura, Kapolres Pamekasan, Dandim 0826, dan kejari Pamekasan.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengatakan, bahwa 40% produksi tembakau di Indonesia berasal dari Provinsi Jawa Timur dan sekitar 35% dari Madura. Kata Khofifah sapaan akrabnya, sekitar dua setengah tahun yang lalu pihaknya telah melakukan konsolidasi dengan Menteri Keuangan untuk menyampaikan persoalan tembakau.

“Apa yang tadi disampaikan oleh bapak Khoirul Umam (Ketua P4TM), dua setengah tahun lalu saya juga menyampaikan itu ke Bu Menteri Keuangan beberapa dirjen mengikuti beliau,” ucap Gubernur.

“Waktu itu direkomendasikan agar ada semacam training house. Tadi pagi saya matur ke KH. Rafi’i dan barusan saya matur ke bapak Achsanul Qosasi Anggota BPK RI, bahwa tidak jauh dari tempat ini ada Bakorwil. Bakorwil ini siap untuk dijadikan training house bagi para petani tembakau se Madura. Silahkan, jadi akan ketemu, ini para petani tembakau, ini trader dan ini Buyer,” tambahnya.

Menurutnya, ada tiga training house di wilayah Jawa Timur. Meliputi Bakorwil di Pamekasan, Bakorwil Bojonegoro, dan Bakorwil Jember. Sebebetulnya, ucap Khofifah, opsi untuk bisa mengikhtiarkan persoalan tembakau sudah pernah dilakukannya.

“Tinggal nanti bagaimana para Bupati se Madura dan pengurus P4TM se Madura lalu ulama-lama Basra bersama-sama mencari format terbaik,” ujar Khofifah.

Khofifah berjanji dalam waktu dekat akan memfasilitasi pertemuan yang akan digelar oleh P4TM bersama stakeholder terkait untuk mencari solusi tembakau Madura.

“Pertemuan yang disampaikan oleh pak Khoirul Umam antara P4TM dengan pabrikan kalau itu salah satu rekomendasi insyaallah saya akan memfasilitasi pertemuan itu,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan beberapa hal yang berkaitan dengan tembakau, bahwa dirinya hampir setiap tahun mengirim surat kepada Presiden RI untuk tidak menaikkan harga cukai rokok kretek.

“Karena sejak zaman Gusdur, saya sudah terlibat di dalamnya dan awal pemerintahan pak Jokowi saya termasuk yang membahas di dalamnya,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Umum P4TM Khoirul Umam yg dikenal dengan H Her menyampaikan, bahwa tujuan digelarnya deklarasi P4TM tersebut yaitu sebagai salah satu wadah Aspirasi dari pada petani tembakau se Madura.

“Untuk menindaklanjuti keluhan-keluhan petani dan pedagang tembakau. Kita mengusahakan mudah-mudahan kedepan pihak pemerintah dan pabrikan bisa merespon apa yang diinginkan petani,” pungkasnya.

Pihaknya berharap dengan adanya deklarasi ini pabrikan dan pemerintah bisa memperhatikan harga jual beli tembakau petani agar lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Selain itu juga, perwakilan pabrikan rokok yang ada di pamekasan diharapkan tidak lagi mengambil sample pembelian tembakau milik petani lebih dari gred (1 kg), agar petani tembakau kedepan sejahtera.

Reporter : May
Editor : Redaksi
Publisher : M Hendra E

Tinggalkan Balasan