Bentrok Dengan Konvoi PSHT, Lima Warga Kayuputih Terluka

oleh -564 views
Situasi saat terjadi bentrok antara PSHT dan warga Desa Kayuputih.

SITUBONDO, Minggu (9/8/2020) suaraindonesia-news.com – Dipicu pencabutan bendera Merah Putih di sebuah kios bensin, segerombolan anggota salah satu perguruan pencak silat terlibat bentrok dengan warga Desa Kayuputih Kecamatan Panji Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.

Akibat dari bentrok tersebut, sedikitnya lima warga Desa Kayuputih menderita lebam dan luka luka. Sedang, dua dari gerombolan pencak silat dari PSHT berhasil diamankan ke Mapolres Situbondo untuk dimintai keterangannya.

Keterangan yang berhasil dihimpun menyebutkan, peristiwa tersebut terjadi sore hari. Saat berkonvoi dengan mengendarai sepeda motor melintasi jalan raya di Desa Kayuputih, salah satu dari anggota perkumpulan pencak silat itu berhenti di kios bensin milik Helmi yang kebetulan dijaga Zainal Abidin, dan kemudian diambilnya.

Tahu begitu, Zainal Abidin langsung menegurnya. Diduga tak terima ditegur, gerombolan perguruan pencak silat yang saat itu sedang melakukan konvoi, kemudian turun dan langsung melakukan pengeroyokan. Bahkan melakukan pelemparan dengan batu hingga membuat Zainal Abidin, Helmi, Abdul Malik, Suwarno, Saifur Rahman menderita lebam dan luka dibagian hidung dan kepalanya dan langsung dirawat di rumah sakit.

Warga yang melihat kejadian tersebut kemudian ingin melerai. Tapi pihak dari gerombolan pencak silat malah membabi buta juga melempari warga dengan batu bata dan batu. Bahkan lemparan batu tersebut sempat mengenai rumah warga setempat.

Waka Polres Situbondo, Kompol M Zein, membenarkan adanya insiden yang terjadi tersebut, dan pihaknya bersama TNI dan Pemerintahan langsung melakukan koordinasi dengan ketua perguruan pencak silat agar situasi Kamtibmas kondusif.

“Dari bentrok tersebut, ada tiga orang warga yang dirawat di rumah sakit. Namun kondisinya sudah membaik dan diperbolehkan pulang,” katanya.

Agar tidak timbul kegaduhan susulan, lanjutnya, maka pihak kepolisian akan melakukan penanganan secara prosedural dengan melakukan pemeriksaan dan dihimbau kepada masyarakat tidak melakukan hal hal yang tidak diinginkan.

“Kami himbau kepada warga agar menciptakan situasi kemanan yang kondusif. Sebab, kasus tersebut sudah kita tangani secara prosedural,” pungkasnya.

Reporter : Ugik
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *