BOGOR, Rabu (05 Juli 2017) suaraindonesia-news.com – Sehari sebelum dilaksanakan Sidang Paripurna terlebih dahulu melaksanakan Bamus, Selasa (4 juli 2017), dan saat Bamus tersebut Untung W Maryono selaku Ketua DPRD Kota Bogor sudah menyampaikan agar rapat paripurna di laksanakan jam 1 siang, karena pagi hari ada acara PPM, namun ada masukan agar dilaksanakan jam 10 karena walikota jam 1 siang ada acara di jakarta, demikian dikatakan Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Heri Cahyono kepada suaraindonesia-news.com melalui WhatsApp.
“DPRD sudah memberikan toleransi terutama Ketua DPRD mengalah dan setuju rapat paripurna dilakukan jam 10 pagi. Namun tadi pagi jam 10 ketua terlambat hadir karena kena macet dan belum sempat ganti baju, di kantor tidak ada baju yang sesuai,” terangnya, Rabu (5/7)
Ditambahkan Wakil Ketua DPRD dari Fraksi Golkar ini bahwa sebelumnya Ketua DPRD sudah meminta ijin kepada para wakil Ketua untuk memimpin rapat dengan baju PPM.
Alasan dari para Wakil Ketua mengijinkannya, karena agenda paripurna tidak bisa di tunda demi kepentingan rakyat yang jauh lebih penting, dan Ketua sendiri menyadari akan keterbatasannya dan meminta ijin kepada para Wakil Ketua, ujarnya.
“Biasanya, jika orang salah kostum malah membatalkan acara atau dengan alternatif tidak hadir, tapi pertimbangan Ketua walaupun salah kostum tapi tetap masih mau memimimpin rapat paripurna dengan segala resiko, kita melihat kepentingan rakyat lebih diutamakan dan diprioritaskan walaupun kosekwensinya pasti akan pro kontra,” tuturnya.
Menurutnya, yang harus diberi apresiasi adalah konsistensi ketua untuk selalu hadir disetiap rapat paripurna itu adalah bukti tanggung jawab ketua terhadap rakyat.
Dikatakan Heri, berkaitan dengan seragam, dan segala keterbatasan ketua sudah minta maaf dan meminta ijin kepada peserta paripurna saat acara belum dimulai, itu adalah etika yang sangat sopan dalam pergaulan.
“Kalau kita mau sempurna bisa saja kita putuskan paripurna jam 1 siang tidak peduli walikota bisa hadir atau tidak dan jika tidak hadir masih ada wakil walikota yang akan menggantikannya, namun karena ingin kebersamaan kita tetap putuskan jam 10 siang dan Ketua rela mengalah.
Jadi mohon dengan segala keredahan hati masalah ini bisa dipahami dan tidak menjadikan polemik, banyak hal yang jauh lebih penting untuk kita sikapi dalam rangka mensejahterakan rakyat kota bogor dan membuat kota bogor lebih maju,” tukasnya.
Seperti kita ketahui sebelumnya, Ketua DPRD Untung W Maryono saat Memimpin rapat paripurna dengan menggunakan seragam salah satu Organisasi Masyarakat (Ormas) Pemuda Panca Marga (PPM) dan sempat ada protes yang disampaikan Teguh Rihananto dari Fraksi PKS, melalui intrupsi, setelah pimpinan rapat membuka dan membacakan agenda pembahasan rapat paripurna.(Iran G Hasibuan)













