SUMENEP, Selasa (24/02) suaraindonesia-news.com – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep mengintensifkan kegiatan keagamaan selama bulan suci Ramadan melalui program yasinan rutin setiap Jumat serta tadarus Al-Qur’an yang dilaksanakan setiap siang hari oleh aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan instansi tersebut.
Kepala Bappeda Sumenep, Arif Firmanto, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun suasana kerja religius sekaligus meningkatkan keimanan dan ketakwaan pegawai selama menjalankan ibadah puasa. Menurutnya, Ramadan menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai spiritual ASN sehingga selain menjalankan tugas pemerintahan, pegawai juga didorong meningkatkan kualitas ibadah dan kebersamaan.
“Selama bulan Ramadan, kami mengadakan yasinan bersama setiap hari Jumat. Selain itu, setiap hari juga dilaksanakan tadarus Al-Qur’an pada waktu siang yang diikuti ASN secara bergiliran,” kata Arif Firmanto, Selasa (24/02).
Ia menjelaskan, kegiatan tersebut tidak hanya dimaksudkan sebagai rutinitas seremonial, melainkan sebagai sarana pembinaan mental dan spiritual pegawai agar tetap memiliki integritas, kedisiplinan, serta semangat pengabdian dalam bekerja. Seluruh kegiatan keagamaan dilaksanakan dengan pengaturan waktu yang menyesuaikan jam kerja sehingga tidak mengganggu tugas utama ASN, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat dan penyusunan program pembangunan daerah.
“Pelayanan publik tetap menjadi prioritas utama. Kegiatan keagamaan kami laksanakan dengan penjadwalan yang tertib sehingga tidak mengurangi kinerja maupun kualitas pelayanan,” katanya.
Ia menambahkan, melalui kegiatan bersama seperti yasinan dan tadarus diharapkan tercipta kebersamaan antarpegawai, memperkuat solidaritas internal, serta membangun etos kerja yang lebih baik selama Ramadan.
Pihak Bappeda Sumenep berharap kegiatan tersebut dapat menjadi contoh positif dalam menciptakan lingkungan kerja yang tidak hanya profesional, tetapi juga berlandaskan nilai-nilai keagamaan.
“Kami ingin Ramadan menjadi momentum memperbaiki diri, baik secara pribadi maupun dalam menjalankan tugas sebagai ASN yang melayani masyarakat,” pungkasnya.












