Bappeda dan DPMG Terima Penyerahan Data IDM Tahun 2021 dari PIC Aceh Timur

oleh -51 views
Kordinator PIC Yusmiadi (baju hitam) menyerahkan data IDM kepada Kadis PMG dan Bappeda.

ACEH TIMUR, Kamis (02/06/2021) suaraindonesia-news.com – Person In Charge (PiC) serahkan data IDM (Indeks Desa Membangun) Tahun 2021 kepada dua kepala SKPK Aceh Timur di kantor Bappeda. Rabu (01/5).

Penyerahan data IDM diterima langsung oleh Kepala Bappeda Kahal Fahri, STMT dan Kepala Dinas PMG Aceh Timur Adlinsyah S.Sos M.Ap, serta turut disaksikan sejumlah TAPM.

Menurut Yusmiadi, SE yang bertindak sebagai PIC Aceh Timur menuturkan pendataan IDM sebagai tindak lanjut Surat Edaran(SE) Kemendes pada awal maret lalu. Pendataan yang difasilitasi oleh Pendamping Lokal Desa(PLD), setelah dilakukan pendataan ditingkat Desa selanjut diverifikasi oleh Pendamping Desa(PD) dan Camat ditingkat Kecamatan.

Tak berhenti di Kecamatan, Data IDM tersebut akan divetifikasi kembali oleh PIC ditingkat Kabupaten, ujar Abu Yus sapaan akrab Yusmiadi.

“Kita sangat apresiasi terhadap semua Pihak baik Keuchik, PLD, PD dan Camat, meskipun waktu sangat singkat namun telah mampu bekerja secara maksimal,” Ucap nya.

Selanjutnya, Abu Yus yang juga sebagai TAPSD.menyebutkan hasil pendataan IDM tahun ini dari 513 Desa di Aceh Timur tidak jauh berubah dengan tahun sebelum nya(2020), dimana Desa mandiri masih nihil, sementara Desa maju sebanyak 38, Desa berkembang sebanyak 399, Desa tertinggal 73 dan desa sangat tertinggal sebanyak 4 Desa.

“Sementara tahun 2021, jumlah Desa maju sebanyak 37, desa berkembang 400, desa tertinggal 72 dan desa sangat tertinggal 3,” sebut Abu Yus.

Sementara Kepala Badan Perencanaan Daerah(Bappeda) Aceh Timur Kahal Fahri mengatakan untuk mewujudkan sebuah Desa dengan status Desa mandiri perlu didukung oleh pemenuhan aspek sosial, ekonomi dan ekologi yang pada akhirnya mampu mensejahterakan masyarakat.

“Hasil dari pendataan Indeks Desa Membangun tahun 2021 Kabupaten Aceh Timur saat ini memiliki Gampong dengan status sangat tertinggal 0,58%, tertinggal 14,23%, berkembang 77,78%, maju 7,41% dan belum memiliki Desa mandiri, hal ini sangat erat kaitannya dengan implementasi pemerataan pembangunan yang berkeadilan dengan pemperhatikan kearifan lokal yang berwawasan lingkungan serta pemanfaatan sumber daya alam dan mengembangkan produk unggulan disetiap Gampong yang pada akhirnya mampu melahirkan Gampong Mandiri,” ujar nya.

Kahal berharap dana Desa mampu mempercepat kemandirian Gampong dengan bimbingan yang diberikan oleh Pendamping Desa, sehingga mengarahkan intervensi pembangunan dengan pendekatan skala prioritas terhadap kebutuhan dan kondisi karakteristik Gampong yang ada dalam wilayah Kabupaten Aceh Timur.

Reporter : Masri
Editor : Redaksi
Publisher : Syaiful

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *