Antisipasi Kelangkaan LPG 3 Kilogram, Wali Kota Dumai Perintahkan Dinas Perdagangan Terbitkan SE Ini

oleh -90 views
Foto: Ilustrasi kegiatan operasi pasar antisipasi kelangkaan LPG 5 kilogram. (Ist/SI)

DUMAI, Jumat (05/08/2022) suaraindonesia_news.com – Demi mengantisipasi kelangkaan LPG 3 kilogram, Wali Kota Dumai memerintahkan Dinas Perdagangan setempat untuk menerbitkan Surat Edaran operasi pasar di 7 kecamatan.

Hal itu juga mengacu pada tindak lanjut hasil rapat koordinasi terkait antisipasi kelangkaan LPG 3 kilogram Dinas Perdagangan bersama Pertamina Area Retail Pekanbaru. Senin, 1 Agustus 2022 kemarin.

Sebab itu, sebelum pelaksanaan operasi pasar di 7 Kecamatan se Kota Dumai tersebut akan dilakukan pengecekan terlebih dahulu. Tercatat, sebanyak 15.680 ribu tabung LPG 3 kilogram tersedia sejak hari ini, Jumat (05/08/2022).

Senada dengan hal itu, Wali Kota Dumai, Paisal, sudah menerbitkan SE tertanggal 4 Agustus 2022 yang ditujukan kepada kecamatan dan kelurahan se Kota Dumai. Yakni mengacu pada nomor surat: 510/6441/0150AG perihal pelaksanaan operasi pasar di 7 kecamatan.

SE tersebut menjelaskan, operasi pasar di 7 titik kecamatan itu harus tepat sasaran dan tidak menimbulkan kerumunan warga.

Imbauannya, kepada camat dan lurah agar terlibat langsung dalam pendistribusian LPG 3 kilogram tersebut.

“Skema itu, pertama kecamatan mendapat kuota 2.240 tabung gas LPG 3 kilogram atau sebanyak 4 truk,” kata Paisal dalam imbauannya.

Dalam satu truk, kata dia lebih lanjut pada SE itu, harus tersedia 500 tabung dibagi dengan jumlah kelurahan di setiap kecamatan yang ada.

“Tentu lurah harus melibatkan langsung para Ketua RT untuk mengumumkan dan mengakomodir warga yang ingin membeli gas di wilayah kerjanya. Di mana tabung gas dan uang pembelian gas di kumpulkan di kantor Kelurahan,” kata dia menegaskan.

Setelah itu, Dinas Perdagangan Kota Dumai akan mengarahkan truk pengangkut gas ke lokasi untuk penyaluran LPG 3 kilogram tersebut.

Imbauan selanjutnya yakni soal laporan kegiatan. Ketua RT wajib membuat daftar warga yang membeli gas dan ditandatangani oleh Ketua RT dan Lurah.

“Hasil distribusi di semua kelurahan juga harus direkap dan dibuatkan laporannya oleh camat yang di tujukan ke Wali Kota (cq Dinas Perdagangan, red),” jelasnya.

Kemudian, jika jumlah tabung gas yang diminta di satu kelurahan di bawah kuota atau tidak terserap, maka sisanya dapat disalurkan kepada kelurahan lain yang membutuhkan dalam satu kecamatan.

“Lalu jika jumlah tabung yang diminta di satu kecamatan di bawah kuota atau tidak terserap, maka sisanya akan disalurkan oleh Dinas Perdagangan ke kecamatan lain. Kami tegaskan bahwa pelaksanaan operasi pasar ini akan diawasi oleh Satgas,” ungkapnya.

Pihaknya meminta, agar camat, lurah maupun Ketua RT bisa mengutamakan warga miskin, pelaku UMKM dan nelayan yang akan membeli LPG 3 kilogram.

“Selanjutnya untuk koordinasi terkait jadwal dan teknis pelaksanaannya sudah ada dan ditunjuk dari tiap kecamatan agar dapat dihubungi,” pungkasnya.

Reporter : Muhardi
Editor : M Hendra E
Publisher : Romla

Tinggalkan Balasan