Reporter : Adhi
Jember, Suara Indonesia-News.Com – Cegah Perkembangan faham radikalisme di Kabupaten Jember, Polres Jember bersama Kodim 0824 dan Gerakan Pemuda Anshor mulai merapatkan barisan memperkokoh sinergitas dengan menginisiatori pertemuan dalam rangka penandatanganan nota kesepakatan pada Acara Workshop pimpinan wilayah GP Anshor Jawa timur, bertajuk De Radikalisasi Agama yang digelar di Gedung Aula GP Anshor, Jalan Danau Toba Kec.Sumbersari, Jember.
Penandatangan MoU ini dilakukan oleh Kapolres Jember AKBP.M.Sabilul Alif, SH, SIk,MSi bersama Ketua GP Anshor Jember Ayub Junaidi dan Danramil Sumbersari selaku yang mewakili Damdim 0824. Hadir pula dalam kegiatan ini, seluruh Ketua Anak Cabang dan Pengurus GP Anshor
Ketua GP Anshor mengaku pihaknya ingin menjalin kerjasama yang kuat bersama Polres Jember guna mengantisipasi dan menanggulangi de radikalisasi agama di Jember.
” Jangan kaget ya, pak sabilul ini polisi, dan juga bisa dibilang kyai, kenapa karena pak Kapolres kita ini rutin berkhotbah di masjid masjid, makanya kita mesti menunjukkan kesiapan dihadapan beliau, malu saya kalau banser ini lemah ” Ujar Wakil Ketua DPRD Kab.Jember disambut tepuk tangan hadirin.
Selaku Pemateri utama Work Shop, Kapolres Jember AKBP.M.Sabilul Alif, SH, SIK, MSi menyatakan bahwa dalam mereduksi persoalan de radikalisasi, Negara kita mengedepankan upaya pendekatan agama untuk meredam faham radikal yang berkembang saat ini.
“Menggarisbawahi pernyataan Menkopolhukam bahwa negara kita tidak masuk dalam koalisi memerangi ISIS, sikap ini mencerminkan jika bangsa Indonesia mempunyai cara tersendiri dalam menghadapi kekerasan tanpa kekerasan, yaitu dengan ‘ social approach” melalui sentuhan sentuhan yang mengena untuk merubah faham radikal ini dengan pendekatan agama ” ungkap Kapolres Jember.(Adhi).
