Ancaman Pencemaran Lingkungan, Warga Lingkar Operasi PT Medco E&P Malaka Semakin Cemas

oleh -472 views
Warga Desa Teupin Raya saat melakukan pemblokiran jalan rombongan karyawan PT Medco. Senin (22/10).

ACEH TIMUR, Rabu (28/10/2020) suaraindonesia-news.com – Issu pencemaran lingkungan kian mencuat kepublik pasca masyarakat Desa Teupin Raya melakukan demo dan memblokir jalan rombongan karyawan PT. Medco, pencemaran air sungai (alur) diduga kuat dampak dari aktivitas limbah produksi gas bumi di Blok A Blang Nisam Kecamatan Indra Makmur yang dilakukan oleh PT Medco E&P Malaka.

Masyarakat lingkar operasi yang menetap di Kecamatan Indra Makmur dan Julok mulai resah dan khawatir sebab dampak pencemaran lingkungan bisa mengancam masa depan kehidupan mereka, masyarakat sudah merasa terusik dan tidak nyaman, dampak pencemaran lingkungan teruatama air yang mereka gunakan bukan hanya menimbulkan berbagai penyakit tapi bisa berdampak pada genetik (keturunan) manusia.

Penghadangan dilakukan oleh warga Desa Teupi Raya pada hari Senin (26/10 2020) terkait dugaan pembuangan limbah dari CPP yang mengalir ke anak sungai Teupin Raya, yang menyebabkan air berubah warna dan tektur air sungai tersebut, kekecewaan warga di sebabkan mereka memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan sehari hari, terutama untuk mandi dan cuci selama bertahun tahun, bahkan mereka mengkonsumsi air sungai tersebut sebagai salah satu sumber air bersih.

Hal serupa telah terjadi 4 kali dalam masa opersional PT Medco E & P Malaka, bahkan perusahaan tersebut telah membangun sumber air berupa sumur bor kepada warga Gampong Teupin Raya namun belum dapat di manfaatkan secara optimal oleh masyarakat.

Tokoh Masyarakat Indra Makmur M. Irwandi menanggapi terjadinya pencemaran lingkungan yang diduga berasal dari limbah PT. Medco mengatakan, ia sebagai warga masyarakat yang peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup, sangat menyayangkan pencemaran lingkungan dapat terjadi dilakukan oleh perusahaan yang memiliki integritas dan pastinya mengantongi izin Lingkungan dari pusat diabaikan dalam melaksanakan upaya pencegahan pencemaran pengelolaan dan perlindungan lingkungan hidup bahkan bertindak merusak lingkungan hidup serta kehidupan ekosistem air dan biota sungai yang tercemar tersebut.

Ustat Wandi sapaan akrab M. Irwandi berharap perusahaan lebih intens komunikasi dengan warga terdampak, tidak hanya sebatas lintas sektor resmi pemerintahan saja, menurutnya dalam hal upaya memberikan pemahaman mitigasi dan upaya yang sudah di lakukan untuk meminimalisir kerusakan lingkungan sebagai salah satu dampak opersional ekploitasi dan eksplorasi sumber daya Alam.

“Terjadinya pencemaran merupakan dampak negatif di rasakan langsung oleh warga yang berdomisi di sekitar proyek, apalagi air sungai yang tercemar dari pembuangan residu limbah Medco mengalir sepanjang sungai Julok yang melintasi beberapa gampong di Kecamatan Julok,” ujarnya.

Ustat Wandi juga mendesak instansi pemerintah yang berwenang untuk mengawasi pelaksanaan usaha perlindungan lingkungan oleh perusahaan, dan melakukan audit lingkungan sebagaimana diamanatkan UU no 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Sementara pihak PT Medco E&P Malaka melalui VP Ralation & Security Drajat Panjawi dikutip dari media Cakradunia.co mengatakan, terkait dugaan pencemaran limbah perusahaan yang diprotes oleh warga dengan memblokir akses jalan menuju perusahaan, managemen PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) mengatakan pihaknya dalam menjalankan operasional selalu mematuhi peraturan dan menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah kerja.

“Managemen PT Medco E&P dalam menjalankan tugas selalu bekerja sama dan berkoordinasi dengan aparat pemerintah pusat dan daerah, diantaranya dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Aceh Timur,” kata VP Relations & Security Medco E&P, Drajat Panjawi dalam bentuk pers rilis. Selasa (27/10).

Terkait dugaan kondisi air sungai yang melewati Desa Teupin Raya tercemar limbah, katanya, Medco E&P telah bekerja sama dengan lembaga independen, Institut Pertanian Bogor untuk memonitor lingkungan sekitar wilayah operasi secara berkala sesuai yang diwajibkan dalam dokumen lingkungan.

“Hasil pemantauan terakhir, semua parameter lingkungan telah memenuhi baku mutu. Perusahaan juga telah berkoordinasi dengan DLH Aceh Timur untuk mengambil sampel air sungai tersebut,” ujarnya.

Untuk itu, VP Relations & Security Medco E&P Drajat Panjawi berharap agar masyarakat dapat menunggu hasil Pemeriksaan yang akan dilakukan DLH.

Perusahaan, tambahnya, berterima kasih kepada seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat sekitar wilayah operasi atas dukungannya selama ini sehingga seluruh kegiatan operasi berjalan aman dan lancar.

Reporter : Masri
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *