Anak Penderita Hydrocephalus di Sumenep Butuh Uluran Tangan

oleh -58 views
Rifqi Riyanto, anak penderita Hydrocephalus butuh uluran tangan pemerintah ataupun pihak dermawan. (foto istimewa)

SUMENEP, Minggu (29/04/2018) – Seorang anak asal Dusun Parebbaan, Desa Bragung, Kecamatan Guluk-guluk, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, Rifqi Riyanto yang berusia lima tahun lima bulan, telah lama menderita Hydrocephalus. Saat ini, Rifqi dan juga keluarga menanti uluran tangan dari pihak dermawan, untuk biaya pengobatan dan kebutuhannya sehari-hari.

Meskipun memiliki ukuran kepala yang besar, namun hal tersebut seakan tidak mengganggu aktifitasnya. Saat ditemui media, Rifqi terlihat sedang berbaring dilantai rumahnya, dan sepintas terlihat seperti anak-anak sehat pada umumnya.

Rifqi hanya tinggal berdua dengan ibunya Munah (30) sejak ditinggal bapaknya beberapa tahun lalu, Rifqi menderita penyakit penyumbatan cairan dibagian otak tersebut sejak lahir. Mirisnya, selama itu, Rifqi tidak pernah mendapatkan bantuan apapun dari pemerintah, baik Program Keluarga Harapan (PKH) maupun bantuan lainnya.

Munah hanya bisa pasrah meski setiap hari kedua tulang kaki anaknya kaku dan mengecil hingga tak mampu lagi bergerak. Bahkan, akibat penyakit yang menyerangnya membuat kedua telapak kaki Rifqi menghitam.

“Sudah 5,5 tahun anak saya menderita sakit ini. Siang dan malam saya tak bisa tidur. Kadang tengah malam anak saya minta sesuatu sambil menangis, dan itu harus dituruti,” kata Munah saat ditemui media, Minggu (29/04).

Faktor ekonomi menjadi penyebab Rifqi kesulitan untuk mendapat perawatan medis maksimal. Bahkan, sang ibu mengaku harus kerja ke Provinsi Bali untuk membiayai pengobatan anaknya. Sehingga dirinya harus bekerja banting tulang untuk menafkahi dan merawat anaknya tersebut.

Menurut Munah, kehidupan yang sangat pas-pasan dengan keterbatasan biaya, membuat pihak keluarga hanya bisa pasrah dengan kondisi Rifqi yang semakin hari kian memperihatinkan.

“Ya, mau bagaimana lagi. Harta juga enggak ada. Sekarang kami pasrah saja, walaupun kami tidak menerima bantuan,” tuturnya.

Dia berharap, pihak pemerintah dan para dermawan dapat memberikan bantuan, sehingga anaknya dapat tumbuh sehat seperti anak seusianya.

“Saya hanya butuh biaya pengobatan saja. Saya kasihan anak saya merasakan sakit dan selalu menangis setiap malam,” harapnya.

Reporter : Syaiful
Editor : Amin
Publisher : Imam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *