Aksi Geng Motor Resahkan Warga, Kapolresta Bogor Kota Perintahkan Polsek Bentuk UKL

oleh -87 views
Saat Polsek melakukan patroli di malam hari.

KOTA BOGOR, Selasa (06/10/2020) suaraindonesia-news.com – Untuk mengantisipasi maraknya tauran antar kelompok maupun aksi pemotor liar di malam hari yang  sangat meresahkan warga masyarakat Kota Bogor. Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, perintahkan polsek jajaran untuk membentuk UKL (Unit Kecil Lapangan) yang tergabung dari unit-unit yang ada di polsek.

Hal ini dilakukan untuk lebih meningkatkan upaya pencegahan dan upaya penindakan terhadap aksi pemotor liar yang marak terjadi di wilayah Kota Bogor.

Selain kegiatan antisipasi tauran, team gabungan melakukan kegiatan pendisiplinan dan sosialisasi tentang Protokol kesehatan Covid-19 (3 M)  kepada warga yang beraktivitas diluar rumah pada malam hari.

Seperti halnya subuh pagi, Selasa (06/10), enam (6) polsek di wilayah Hukum Polresta Bogor Kota  melaksanakan kegiatan Patroli malam,  disaat warga masyarakat terlelap tidur dan sebagaian warga yang masih ada kegiatan malam.

Team UKL polsek melaksanakan kegiatan patroli menyasar ketempat-tempat rawan terjadinya aksi pemotor liar, upaya tindakan team gabungan yaitu membubarkan kerumunan warga atau kelompok yang nongkrong dipinggir jalan.

Adapun pelaksana giat tersebut dipimpin langsung oleh piket Pawas (perwira pengawas) sebagai penanggung jawab kegiatan di masing-masing polsek yang bertugas memimpin patroli untuk menekan kerawanan kriminalitas terutama isi pemotor liar yang sudah beberapa kali terjadi diwilayah hukum Polresta Bogor Kota.

Dijelaskan oleh Kapolresta Bogor Kota Kombes Pol Hendri Fiuser, sasaran dari kegiatan  patroli malam ini untuk  antisipasi adanya kelompok pemotor liar yang melakukan penyerangan terhadap warga yang sedang nongkrong di pinggir  jalan, kami menghimbau untuk membubarkan diri bila tidak ada keperluan, warga yang beraktivitas malam juga jangan merasa takut, bila melihat atau kedapatan pemotor liar agar segera melaporkan ke Polisi.

Ditambahkan Kombes Pol Hendri, kepada warga yang mempunyai kegiatan pada waktu larut malam untuk tetap  memperhatikan 3 M (menggunakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak) dan untuk antisipasi cegah penyebaran wabah Virus Corona (Covid-19) di lingkungan tempat kegiatan warga.

“Tiap orang wajib menggunakan masker untuk melindungi diri sendiri maupun orang lain dan tidak diperkenankan berkerumun serta mewajibkan menjalankan prosedur protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah selama pemberlakuan AKB,” tutur Kombes pol Hendri Fiuser.

Sebelumnya, terjadi aksi geng motor pada Minggu Pagi (04/10) sekitar pukul 04.00 wib di tiga lokasi di Kota Bogor, yang mengakibatkan tujuh (7) orang luka bacok.

Menurut salah satu orang tua korban Wahyu, pada saat itu, anaknya dan temannya sedang minum kopi di salah satu warung di Cemplang, Kecamatan Bogor Barat, tiba tiba kurang lebih 30 geng motor lewat dan secara membabi buta membacok anaknya yang mengakibatkan, satu (1) tulang tangan kirinya putus dan tangan kanannya juga luka parah.

Menurutnya, setelah para geng motor pergi, anaknya langsung dibawa temannya ke klinik 24 jam yang lokasinya tidak jauh dari kejadian, berhubung karena peralatan klinik kurang lengkap, akhirnya anaknya dibawa ke RSUD Kota Bogor.

“Alhamdulilah kondisi anak saya sudah agak mending setelah ditangani oleh dokter,” tuturnya.

Dikatakan Wahyu, dari informasi yang ia dapat, kejadian pada subuh itu menelan korban 7 orang di tiga lokasi.

“Informasi 7 orang korban akibat geng moto ini, selain anak saya, di Kelurahan Cikaret juga ada 5 korban dan di Kelurahan Mekar Wangi Kecamatan Tanah Sareal 1 orang,” ujarnya.

Dengan maraknya kejadian ini, dirinya berharap, pihak keamanan harus sigap dan mengusut tuntas para pelakunya.

Reporter : Iran G Hasibuan
Editor : Amin
Publisher : Ela

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *