RegionalSosial Budaya

Di Usia 17 Tahun, Pemkab Abdya Semakin Menuju Kabupaten yang Sejahtera dan Islami

Avatar of admin
×

Di Usia 17 Tahun, Pemkab Abdya Semakin Menuju Kabupaten yang Sejahtera dan Islami

Sebarkan artikel ini
IMG 20190410 193858
Bupati Abdya Akmal ibrahim/Ny. Ida,Wakil Bupati Muslizar MT/Ny. Safra saat bersama forkopimkab berpakaian adat Aceh diatas pentas seni,pada Upacara hut ke-17 Abdya.

ACEH-ABDYA, Rabu (10/4/2019) suaraindonesia-news.com – Tepatnya pada tanggal 10 April2019 usia Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) telah memasuki usia 17 tahun. Usia yang mulai matang untuk mencapai berbagai target sebagai sebuah Kabupaten.

Oleh karena itu, kata Muslizar, pada momen yang bersejarah ini atas nama jajaran Pemerintah Kabupaten dan pribadi, pihaknya mengucapkan Selamat Hari Jadi yang Ke-17 Kabupaten Aceh Barat Daya.

“Kita sama-sama berdo’a semoga dengan memasuki usia 17 tahun ini Abdya semakin menuju Kabupaten yang Sejahtera dan Islami,” kata Wakil Bupati Abdya, Muslizar, MT pada acara penutupan apel HUT Abdya ke-17 dihalaman kantor Bupati setempat. Rabu (10/42019).

Perjuangan Aceh Barat Daya menjadi sebuah kabupaten sejak gagasan pertama dilahirkan pada awal tahun 1960-an, merupakan rentetan perjalanan panjang, karena penuh dengan romantika dan dinamika sejarah.

Sebanyak empat generasi kepanitiaan silih berganti selama lebih kurang 42 tahun perjuangan tersebut. Kegigihan serta keikhlasan panitia yang bekerja tanpa pamrih akhirnya menuai hasil.

Buah manis dari perjuangan panjang serta keinginan untuk mandiripun akhirnya terwujud melalui sepucuk surat dengan nomor 4 tahun 2002 tentang Undang-Undang Pemekaran Abdya.

Tujuh belas tahun silam, lanjutnya, tepat pada tanggal 10 April  tahun 2002 merupakan tanggal bersejarah bagi ‘Bumo Breuh Sigupai’ ini. Sebuah daerah yang dulunya merupakan ‘anak’ dari Kabupaten Aceh Selatan kini telah menjelma menjadi sebuah kabupaten dengan berbagai potensi luar biasa  yang kita miliki.

Tentunya ini bukanlah waktu yang singkat dan tidak sedikit tenaga serta pikiran yang terkuras, hingga tidak ada nilai dan penghargaan dalam bentuk apapun yang cukup pantas kita sematkan pada mereka. Oleh itu, pihaknya ingin menyampaikan terimakasih yang tak terhingga kepada para Sesepuh dan Tokoh-Tokoh Pendiri Abdya.

“Hanya Allah sajalah yang dapat membalas pengorbanan dan perjuangan ini,” kata mantan anggota DPRK Abdya dua periode itu.

Pihaknya sangat bersyukur bahwa dalam usianya yang ke 17 ini, Kabupaten Abdya telah mulai diperhitungkan. Pencapaian demi pencapaian signifikan yang kita peroleh, telah menempatkan nama Aceh Barat Daya dalam beberapa hal sejajar dengan kabupaten lainnya yang telah lebih dulu berdiri.

Dikesempatan itu Wabup membeberkan beberapa penghargaan yang telah diperoleh dalam dua tahun terakhir ini diantaranya;

1. Penghargaaan Terbaik Ketiga atas Keterbukaan Informasi Publik dari Pemerintah Aceh;

2. Penghargaan dari BPK RI Perwakilan Provinsi Aceh atas Raihan Opini WTP terhadap Laporan Keuangan Tahun 2017;

3. Penghargaan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Pemerintah Republik Indonesia atas Prestasi Kelola Keuangan Daerah;

4. Penghargaan sebagai Kepala Daerah Terbaik atas Pelestarian dan Pengembangan Plasma Nutfah Padi Lokal Aceh dari Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala;

5. Penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi  Tahun 2018 Kategori Zona Hijau terhadap Standar Pelayanan Publik dari Ombudsman Republik Indonesia;

6. Penghargaan Kualitas dan Produktivitas SIDDHAKARYA Tahun 2018 dari Pemerintah Aceh; dan

7. Di bidang Kesehatan Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya juga mendapat Penghargaan UHC-JKN-KIS Award Tahun 2018 dari Pemerintah Republik Indonesia.

“Dukungan keluarga dalam karier sangat sangat dibutuhkan,” ungkapnya.

Muslizar mencontohkan, suksesnya seorang Suami karena ada isteri yang hebat yang selalu setia mendampingi dalam situasi apapun. Begitu juga sebaliknya, sukses seorang perempuan tentunya ada suami yang hebat yang selalu setia dan percaya akan isterinya yang berkarir.

Maka oleh karena itu pihaknya berpesan kepada semua ASN supaya Melayani Rakyat dengan Hati, Hati-Hati, tidak sesuka hati, dan yang lebih penting jangan berbagi hati.

Muslizar mengakui selama hampir dua tahun kepemimpinan mereka (Akmal Ibrahim – Muslizar) belum semuanya dapat di wujudkan apa yang menjadi visi dan misi kami tapi dengan kebersamaannya.

“Insya Allah secara bertahap dapat kita wujudkan dalam rangka mengembalikan Harapan Rakyat. Bersama kita wujudkan Abdya yang Sejahtera dan Islami. Sapeu Kheun Saho Langkah,” paparnya.

Pantauan awak media acera HUT ke-17 tersebut turut dihadiri, Bupati Akmal Ibrahim/Ny. Ida, Wakil Bupati Muslizar. MT/Ny. Safra, Ketua DPRK zaman Akli, S.Sos/Ny Kapolres AKBP Moh. Basori, S.I.K/NY,Kajari Abdya, Abdur kadir, SH, MH, Dandim 0110 letkol Arm Iwan Aprianto,/Ny., Ketua PN blangpidie zulkarnain/Ny sekda Drs. Thamrin/Ny., Para Asisten Staf Ahli/Khusus, SKPD, dua Mantan Pj Bupati Abdya Baharuddin, S,Sos/Ny, Burhanuddin Sampe MM. dan dua mantan ketua DPRK Abdya Hermansyah, SH, M.Yusuf. mantan wakil Bupati Ir, Syamsulrizal,sesepuh /tokoh pendiri Abdya, para keuchik, mukim, sementara itu mantan Kadis Pertanian Tanaman Pangan dan Peternakan Abdya Ir Silman Haridhy MSi yang juga mantan Kepala Badan Ketahanan Pangan dan Penyuluhan Provinsi Aceh serta ratusan tamu undangan lainnya.

Reporter : Nazli.Md
Editor : Agira
Publisher : Imam